jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bersuara keras menyikapi aksi militer Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela saat berpidato dalam Rakernas I di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta, Sabtu (10/1).
Diketahui, otoritas AS menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro atas dugaan peredaran gelap narkoba.
BACA JUGA: Militer AS Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, China Bereaksi Keras
Megawati menganggap aksi otoritas AS terhadap Maduro sebagai bentuk penculikan yang menuai reaksi internasional.
"Saya menyampaikan sikap tegas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan terhadap setiap bentuk intervensi militer Amerika Serikat di Venezuela, termasuk penculikan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya melalui operasi militer yang telah memicu kecaman internasional," kata Megawati di hadapan ribuan kader, Sabtu.
BACA JUGA: Begini Keputusan Pemerintah Seusai Adanya Konflik AS-Venezuela
Putri Proklamator RI Soekarno atau Bung Karno itu menganggap tindakan AS terhadap Venezuela merusak semangat perdamaian dunia yang tertuang dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
"Tindakan tersebut merupakan wujud neokolonialisme dan imperialisme modern, yang mengingkari Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan prinsip dasar hubungan antarbangsa," katanya.
BACA JUGA: Trump Umumkan Venezuela Menyepakati Penyerahan 30-50 Juta Barel Minyak ke AS
Megawati mengingatkan bahwa Indonesia memiliki sejarah panjang dalam melawan segala bentuk penjajahan sejak Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955.
"Bangsa Indonesia menolak tatanan internasional yang membenarkan dominasi kekuatan atas kedaulatan bangsa lain," ujar Presiden kelima RI itu.
Megawati mengatakan PDI Perjuangan secara resmi menyerukan agar seluruh konflik global diselesaikan melalui meja diplomasi.
"Demokrasi sejati tidak lahir dari moncong senjata, keadilan tidak tumbuh dari agresi sepihak, dan peradaban tidak dibangun di atas penghinaan terhadap martabat bangsa," ujar Megawati. (ast/jpnn)
Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Aristo Setiawan


