Makanya, tingkah laku setiap anggota keluarga, khususnya orang tua akan jadi panutan bagi si kecil. Karena itu, sangat penting bagi orang tua untuk punya kebiasaan dan sikap yang positif di rumah supaya anak bisa meniru hal-hal baik tersebut.
Tentunya, setiap orang tua pasti ingin anaknya tumbuh jadi pribadi yang baik hati dan penuh empati, sehingga bisa bersikap sopan dan peduli sama orang lain di mana pun mereka berada.
Lantas, kebiasaan apa aja sih yang bisa diterapkan untuk membentuk anak jadi pribadi yang baik hati? Yuk, simak 7 kebiasaan orang tua yang bisa membentuk karakter anak menjadi pribadi baik, dilansir dari Times of India. 7 Kebiasaan Orangtua yang Membentuk Karakter Anak 1. Mengajarkan Empati Melalui Cerita Anak-anak belajar lebih banyak dari apa yang mereka lihat dibandingkan dengan apa yang mereka dengar. Ketika orang tua bersikap sopan kepada kasir, berbicara dengan hormat di depan orang yang lebih tua, menunjukkan kesabaran saat menghadapi kemacetan, atau membantu seseorang yang membutuhkan, anak-anak akan mengamati hal tersebut.
Meminta maaf saat melakukan kesalahan dan menunjukkan rasa terima kasih membuat anak memahami bahwa hal ini bukanlah tindakan yang menunjukkan kelemahan, melainkan menunjukkan kekuatan. 2. Mendengarkan Tanpa Menghakimi Orang tua yang mau mendengarkan akan membesarkan anak yang aman secara emosional. Ketika anak-anak merasa bebas untuk berbagi ketakutan, kemarahan, dan kebingungan mereka tanpa disela dan dihakimi, mereka belajar nilai empati.
Saat anak-anak merasa didengarkan, mereka juga belajar menghargai emosi orang lain. Alih-alih mengajarkan anak tentang benar atau salahnya emosi, orang tua yang peduli mengajarkan anak tentang nilai dari emosi itu sendiri. Perilaku seperti ini meningkatkan rasa kasih sayang, kesabaran, dan kecerdasan emosional pada anak, membuat mereka lebih lembut terhadap orang lain. 3. Mengajarkan Empati Daripada Sekadar Aturan Alih-alih hanya menekankan tentang 'benar' dan 'salah', orang tua yang empatik menghubungkan konsekuensi terhadap orang lain. Mengajukan pertanyaan seperti, 'Menurutmu bagaimana perasaan temanmu setelah kamu melakukan itu?' akan menanamkan kemampuan untuk memahami perspektif orang lain.
Kebiasaan ini mengajarkan anak untuk berpikir melampaui perasaan mereka sendiri. Ketika disiplin dikembangkan melalui perasaan empati, anak tidak akan hanya takut terhadap konsekuensi, tetapi mereka akan belajar untuk berhenti sejenak sebelum bertindak dan memilih kebaikan atas dasar kesadaran sendiri ketika tidak ada orang dewasa di sekitar mereka. 4. Menerapkan Disiplin dengan Tenang Ketika orang tua merespons kesalahan anak dengan cara yang tenang, hal ini menanamkan kontrol diri pada anak dan mengajarkan mereka untuk menjadi baik hati juga. Ketika orang tua memarahi anak karena kesalahannya.
Ini mungkin mengajarkan mereka untuk patuh dalam jangka pendek, tetapi akan membuat mereka baik hati dalam jangka panjang jika orang tua tetap tenang saat mengoreksi mereka. Saat orang tua mengarahkan anak ke arah yang benar tanpa menyalahkan karakter mereka, anak-anak merasa bertanggung jawab tanpa merasa dendam. 5. Selalu Mendorong Rasa Syukur Rasa syukur juga sangat berkaitan dengan kebaikan hati. Orang tua membesarkan anak yang bersyukur dan tidak merasa berhak dengan menunjukkan apa yang mereka miliki: cinta, makanan, dukungan, dan persahabatan.
Kebiasaan seperti mengucapkan terima kasih atas hal-hal yang diterima, mencoba melihat usaha orang lain, dan mengingat pengalaman positif dapat berkontribusi pada kesadaran emosi yang lebih besar pada anak-anak. Anak-anak yang bersyukur cenderung berbagi dan menghormati orang lain. 6. Memungkinkan Anak Membantu Orang Lain Orang tua yang baik hati juga tidak melindungi anak-anak mereka dari kesempatan untuk berkontribusi membantu orang lain. Hal ini dapat mencakup membantu saudara kandung lainnya, membantu pekerjaan rumah, dan bahkan menunjukkan kepedulian terhadap kesejahteraan seseorang di lingkungan sekitar.
Baca Juga :
Setelah Terima Rapor Ngapain? Ini 3 Strategi Susun Rencana Pendidikan Bareng AnakPercakapan yang penuh hormat adalah apa yang anak-anak saksikan saat orang tua mereka mengalami perselisihan. Ini membantu anak-anak memahami bahwa seseorang dengan pandangan yang berlawanan bukanlah target untuk tidak dihormati.
Nah, itulah tujuh kebiasaan orang tua yang dapat membentuk karakter anak menjadi pribadi baik. Semoga bermanfaat ya! (Bramcov Stivens Situmeang)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




