Megawati Kecam Intervensi AS Tangkap Presiden Venezuela: Itu Wujud Neokolonialisme

viva.co.id
17 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri mengecam aksi intervensi militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela. 

Menurut Megawati, aksi tersebut merupakan ancaman serius bagi kedaulatan bangsa-bangsa berdaulat. Dia menegaskan bahwa PDIP menolak keras praktik neokolonialisme yang masih terjadi di era modern. 

Baca Juga :
PDIP Luncurkan Maskot Baru Bernama Barata, Ini Maknanya
Megawati Minta Kader PDIP Gotong Royong Pulihkan Sumatra Pascabencana

Hal itu disampaikan Megawati saat membuka pidatonya dalam rangka HUT ke-53 dan Rakernas I Tahun 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara, Sabtu, 10 Januari 2026. 

Secara spesifik, Megawati menyoroti operasi militer yang menargetkan kepemimpinan nasional di Venezuela sebagai pelanggaran berat hukum internasional.

"Saya menyampaikan sikap tegas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan terhadap setiap bentuk intervensi militer Amerika Serikat di Venezuela, termasuk penculikan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya melalui operasi militer yang telah memicu kecaman internasional," kata Megawati. 

Megawati menilai, tindakan agresi sepihak tersebut sangat mencederai semangat perdamaian dunia yang tertuang dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. 

Dia mengingatkan bahwa Indonesia memiliki sejarah panjang dalam melawan segala bentuk penjajahan sejak Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955.

"Tindakan tersebut merupakan wujud neokolonialisme dan imperialisme modern, yang mengingkari Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan prinsip dasar hubungan antarbangsa. Bangsa Indonesia menolak tatanan internasional yang membenarkan dominasi kekuatan atas kedaulatan bangsa lain," tutur Megawati.

Lebih lanjut, Presiden ke-5 RI ini mengingatkan dunia internasional bahwa kekerasan militer tidak akan pernah bisa menjadi jalan keluar untuk membangun peradaban atau demokrasi. PDI Perjuangan secara resmi menyerukan agar seluruh konflik global diselesaikan melalui meja diplomasi.

"Demokrasi sejati tidak lahir dari moncong senjata, keadilan tidak tumbuh dari agresi sepihak, dan peradaban tidak dibangun di atas penghinaan terhadap martabat bangsa," ungkap dia. 

"PDI Perjuangan menyerukan penyelesaian konflik internasional melalui dialog, diplomasi, dan hukum internasional, bukan melalui kekerasan yang hanya memperpanjang penderitaan rakyat sipil," tandas Megawati. 

PDIP, kata Megawati, akan terus berdiri tegak menjaga marwah politik sebagai alat pengabdian, baik di tingkat nasional maupun dalam solidaritas internasional melawan segala bentuk imperialisme.

Baca Juga :
Ganjar Tegaskan Sikap PDIP Tak Berubah: Dukung Pilkada Langsung
Megawati Hadiri Rakernas PDIP
PDIP Terbitkan SE Larang Kader Korupsi dan Minta Uang untuk Ikut Kegiatan Partai

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Skin Thomas Shelby “Peaky Blinders” Telah Hadir di PUBG Mobile
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Megawati Berikan Kado Istimewa di HUT ke-53 PDIP, Apa Itu?
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
Pesan Paus Leo ke Kardinal: Dengarkan Korban Pelecehan Seksual
• 11 jam laludetik.com
thumb
Prediksi Arema FC Vs Persik di BRI Super League: Puncak Titik Didih Dua Seteru Lama di Putaran Pertama
• 7 jam lalubola.com
thumb
Adly Fairuz Ngaku Jadi Jenderal, Tipu Korban Rp3,6 M untuk Masuk Akpol
• 14 jam laluinsertlive.com
Berhasil disimpan.