Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total utang masyarakat melalui skema Buy Now Pay Later (BNPL) di sektor perbankan dan perusahaan pembiayaan mencapai Rp37,44 triliun per November 2025.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyampaikan, baki debet kredit BNPL perbankan per November 2025 tercatat sebesar Rp26,20 triliun, tumbuh 20,34% secara tahunan (year on year/yoy). Nilai tersebut meningkat dibandingkan posisi Oktober 2025 sebesar Rp25,72 triliun.
“Per November 2025, baki debet kredit BNPL perbankan sebagaimana dilaporkan melalui SLIK tumbuh 20,34 persen yoy menjadi Rp26,20 triliun,” ujar Dian dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK Desember 2025, dikutip pada Sabtu (10/1/2026).
Baca Juga: OJK Terbitkan Aturan Penyelenggaraan Buy Now Pay Later
Dari sisi kontribusi, porsi kredit BNPL perbankan mencapai 0,32% dari total kredit perbankan. OJK juga mencatat jumlah rekening BNPL perbankan mencapai 31,47 juta rekening, naik dari 30,99 juta rekening pada Oktober 2025. Sementara itu, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross tercatat 2,04%, membaik dibandingkan posisi Oktober 2025 sebesar 2,50%.
Selain perbankan, utang masyarakat melalui layanan BNPL yang disalurkan perusahaan pembiayaan juga terus meningkat.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menyebut pembiayaan BNPL perusahaan pembiayaan per November 2025 mencapai Rp11,24 triliun, tumbuh 68,61% yoy.
“Berdasarkan SLIK, pembiayaan Buy Now Pay Later oleh Perusahaan Pembiayaan pada November 2025 meningkat sebesar 68,61 persen yoy menjadi Rp11,24 triliun,” kata Agusman, dalam kesempatan yang sama.
Baca Juga: Pindar Tumbuh Agresif, Outstanding Tembus Rp94,85 Triliun
Meski masih mencatat pertumbuhan tinggi, OJK mengamati laju pembiayaan BNPL perusahaan pembiayaan mulai melambat dalam beberapa bulan terakhir. Pada Oktober 2025, pembiayaan BNPL tercatat sebesar Rp10,85 triliun atau tumbuh 69,71% yoy. Sementara pada September 2025, penyaluran BNPL berada di level Rp10,31 triliun dengan pertumbuhan 88,65% yoy.
Dari sisi kualitas pembiayaan, Agusman menyampaikan rasio non performing financing (NPF) gros BNPL perusahaan pembiayaan relatif stabil. Per November 2025, NPF gross BNPL tercatat 2,78%, sedikit membaik dibandingkan Oktober 2025 yang sebesar 2,79%.




