Pantau - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap temuan besar terkait penyelundupan komoditas pangan, setelah ribuan karung bawang bombay ilegal berhasil diamankan di sebuah gudang di Semarang pada Sabtu (3/1).
Penindakan ini merupakan hasil dari laporan masyarakat yang disampaikan melalui layanan WhatsApp "Lapor Pak Amran".
Menurut Amran, laporan yang masuk sangat banyak dan mencakup berbagai komoditas.
“Banyak sekali. Setebal gini, aku belum baca semua,” ungkapnya sambil menunjukkan isyarat jari saat meninjau barang bukti di lokasi.
Laporan Meluas ke Komoditas Pangan LainAmran menjelaskan bahwa laporan masyarakat tidak hanya menyangkut bawang bombay, tetapi juga beras, gula, pupuk, hingga minyak goreng.
“Penyelundupan ada, ada yang jual mesin ilegal, jual pupuk, pupuk ilegal, macam-macam. Tapi kita tindaklanjuti. Untuk sementara ini yang banyak beras, macam-macam, bahkan minyak goreng,” ia mengungkapkan.
Ia mengaku heran dengan adanya laporan penyelundupan minyak goreng mengingat Indonesia adalah produsen kelapa sawit terbesar dunia.
“Kita ini produsen terbesar dunia, yang beras sudah swasembada, melimpah, masa ada selundupan masuk,” katanya.
Amran menegaskan bahwa semua laporan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan kepolisian, TNI, dan Badan Karantina.
“Ada juga nanti. Beras masuk, gula masuk. Ini kita bongkar semua. Tunggu aja 1–2 minggu ke depan. Aku bongkar semua,” tegasnya.
133 Ton Bawang Bombay Ilegal DiamankanPada Jumat, 2 Januari 2026, Amran menerima laporan adanya pengiriman bawang bombay ilegal ke Semarang melalui jalur laut.
Menindaklanjuti informasi tersebut, ia segera berkoordinasi dengan Polisi Militer, Dandim, Kapolrestabes Semarang, serta jajaran karantina.
Petugas gabungan berhasil menyita 6.172 karung bawang bombay tanpa dokumen resmi dengan total berat sekitar 133,5 ton.
Selain itu, enam unit truk yang digunakan untuk mengangkut komoditas ilegal tersebut juga turut diamankan.
Para pengemudi truk telah dimintai keterangan, namun hingga kini mereka masih berstatus sebagai saksi karena mengaku hanya bertugas mengangkut barang.
Polda Jawa Tengah kini tengah menyelidiki asal-usul bawang bombay ilegal tersebut guna mengungkap pelaku utama penyelundupan.
Barang bukti bawang bombay ilegal tersebut direncanakan akan dimusnahkan.



