Ubay pun tak mengelak bahwa komentar-komentar negatif sempat memenuhi akun media sosial resmi Nidji dan akun pribadinya. Mulai dari YouTube, Instagram, hingga kini TikTok, suara-suara sumbang terus muncul dan menjadi bagian dari perjalanan awalnya bersama band pop rock asal Jakarta yang dikenal dengan nomor-nomor hits-nya tersebut.
“Dulu sering banget. Kalau lihat komentar di YouTube, Instagram, sampai sekarang pun masih ada di TikTok. Sekarang tuh orang kalau berkomentar atau mengutarakan pendapat, kayak sesuka-suka mereka aja," ungkap Ubay dalam perayaan 1 tahun album Manifestasi Hati di Halte Transjakarta Tosari, Jakarta Pusat, pada Jumat, 9 Januari 2026.
Sebagai vokalis baru, Ubay pun mengaku sempat dilanda dengan keraguan terhadap dirinya sendiri. Selama satu hingga dua tahun pertama, ia mempertanyakan apakah benar-benar bisa menyatu dengan karakter dan dinamika bermusik dari Nidji.
Baca Juga :
Ubay Ungkap Titik Terendah Hidup Sebelum jadi Vokalis Nidji“Selama satu sampai dua tahun pertama, gue sering nanya ke diri sendiri: ‘Ini bener nggak ya? Gue blend in nggak sih sama anak-anak (Nidji)?," tuturnya.
Ia menyadari bahwa penilaian tak bisa datang dari dirinya sendiri. Adaptasi dalam sebuah band besar yang telah memiliki legacy selama puluhan tahun tentunya membutuhkan waktu, dan penerimaan dari para penggemar tentunya bukanlah sesuatu hal yang instan.
“Penilaian itu kan datangnya dari orang lain, bukan dari gue sendiri. Gue nggak mungkin menilai diri gue sendiri cocok atau nggaknya. Orang lain yang menilai," ujar Ubay.
“Menurut gue, itulah namanya proses. Nggak mungkin ketika gue masuk di Februari 2019, terus tiba-tiba langsung cocok. Itu mustahil, semua butuh waktu," imbuhnya.
Di awal perjalanan bersama Nidji, komentar dan kritikan pedas dari para fans dan warganet bahkan sempat memancing emosi Ubay. Ia mengaku kerap merasa kesal, bahkan ingin membalas satu per satu komentar negatif yang ditujukan kepadanya.
“Awalnya gue ngerasain hal-hal kayak gitu, ya kesel, kadang panas pengen balesin satu-satu. Gemes aja rasanya. Kayak, ‘lu nggak tahu posisi gue kayak apa’," kata Ubay.
Namun, Ubay pun akhirnya mencoba memahami bahwa setiap orang bisa saja melontarkan komentar karena sedang berada dalam kondisi yang tidak baik.
“Tapi lama-lama gue belajar buat ngerti. Mungkin orang-orang yang komentar kayak gitu lagi capek atau lagi ada di kondisi yang nggak baik-baik saja atau punya masalah hidup," ujar Ubay.
"Akhirnya gue mencoba untuk menerima, 'Ya sudahlah, biarin orang mau berkomentar apa'," sambungnya.
Baca Juga :
Dikritik Personel Nidji, Balasan Arogan Ian Kasela Jadi SorotanDari situ, Ubay mulai belajar menerima. Ia memilih untuk tidak lagi membiarkan komentar negatif menguras energi dan fokusnya sebagai musisi.
“Itu jauh lebih penting dibanding lo buang energi mikirin komentar negatif. Ngapain juga menghabiskan energi buat hal kayak gitu,” ucap Ubay.
Bagi Ubay, kehadirannya di Nidji bukan sekadar soal posisi, melainkan tentang panggilan untuk terus bermusik dalam jangka panjang.
“Karena Tuhan ngasih posisi gue sekarang di sini, buat bermusik lagi. Bermusik itu kan bukan cuma setahun dua tahun. Sekarang kita sudah jalan enam tahun. Gue pengennya sepuluh tahun ke depan, bahkan sampai akhir hayat, kita masih di posisi ini," tegasnya.
Perjalanan itu kemudian terwujud dalam album terbaru Nidji yang dirilis pada 16 Januari 2025 bertajuk Manifestasi Hati. Berisikan 10 trek, album ini menjadi penanda babak baru Nidji bersama Ubay sebagai sosok frontman baru yang mencoba lepas dari bayang-bayang Giring, sekaligus pembuktian bahwa Nidji masih bisa produktif dan terus berkarya.
“Gue nggak nyangka bisa punya album. Tapi album ini bukan buat pembuktian ke orang lain, bukan juga buat ngebales orang-orang yang suka komentar negatif. Ini tentang The New Chapter of Nidji. Bahwa Nidji masih produktif, masih bisa berkarya, dan masih bisa ngeluarin lagu-lagu yang dinikmati teman-teman,” tutup Ubay.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469170/original/012436400_1768087101-kpk_pajak.jpg)


