Manchester, VIVA – Manchester City menunjukkan kelasnya sebagai tim raksasa dengan menghancurkan klub League One, Exeter City, dalam laga putaran ketiga Piala FA. Tidak tanggung-tanggung, skuad asuhan Pep Guardiola sukses menyarangkan 10 gol ke gawang lawan dalam duel yang berlangsung di Etihad Stadium tersebut.
Kemenangan telak 10-1 ini menjadi catatan bersejarah bagi The Citizens. Ini adalah kali pertama City mampu mencetak dua digit gol dalam satu pertandingan sejak mereka melumat Huddersfield Town dengan skor serupa pada November 1987 silam.
Dominasi City sudah terlihat sejak peluit awal dibunyikan. Bek muda Max Alleyne membuka kran gol pada menit ke-12 setelah memanfaatkan umpan silang Ryan McAidoo. Tak berselang lama, Rodri menambah keunggulan lewat tendangan roket dari jarak 30 yard yang tak mampu dibendung kiper lawan.
Nasib sial dialami Exeter menjelang turun minum. Dua gol bunuh diri dari Jake Doyle-Hayes dan Jack Fitzwater membuat City unggul 4-0 di babak pertama, sekaligus memupus harapan tim tamu untuk melakukan giant-killing.
Debut Impresif Antoine Semenyo & Ryan McAidooLaga ini juga menjadi panggung bagi rekrutan anyar, Antoine Semenyo. Pemain yang baru didatangkan di bursa transfer Januari ini tampil gemilang dengan menyumbangkan satu gol dan satu assist. Selain Semenyo, talenta muda jebolan akademi, Ryan McAidoo, juga mencuri perhatian lewat gol debutnya yang spektakuler.
Pemain serba bisa, Rico Lewis, tampil sebagai bintang dengan torehan brace (dua gol). Gol-gol lainnya disumbangkan oleh Tijjani Reijnders dan Nico O'Reilly. Meski Exeter sempat memperkecil kedudukan lewat gol hiburan George Birch di menit ke-90, Manchester City langsung membalas lewat gol kedua Rico Lewis di masa injury time untuk menutup laga dengan skor 10-1.
Dominasi Total StatistikBerdasarkan data statistik pertandingan, Manchester City benar-benar mengurung pertahanan Exeter dengan penguasaan bola mencapai 72%. City melepaskan total 20 tembakan dengan 10 di antaranya tepat sasaran, yang secara luar biasa semuanya berbuah menjadi gol.
Kemenangan ini menjadi sinyal bahaya bagi rival-rival City di kompetisi domestik, sekaligus membuktikan kedalaman skuad Pep Guardiola yang tetap tajam meski melakukan rotasi pemain dengan menurunkan banyak talenta muda.



