Indonesia Jadi Negara Pertama yang Blokir Grok Milik Elon Musk

idxchannel.com
16 jam lalu
Cover Berita

Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang memblokir chatbot Grok milik Elon Musk.

Indonesia Jadi Negara Pertama yang Blokir Grok Milik Elon Musk. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel - Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang memblokir chatbot Grok milik Elon Musk.

Pemblokiran ini didorong maraknya konten deepfake yang dihasilkan oleh chatbot kecerdasan buatan (AI) tersebut.

Baca Juga:
China Batasi Ekspor Perak, Elon Musk Protes

"Demi melindungi perempuan, anak, dan seluruh masyarakat dari risiko konten pornografi palsu yang dihasilkan menggunakan teknologi kecerdasan artifisial, Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital melakukan pemutusan akses sementara terhadap aplikasi Grok," kata Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Al Jazeera pada Minggu (11/1/2026).

"Pemerintah memandang praktik deepfake seksual nonkonsensual sebagai pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia, martabat, serta keamanan warga negara di ruang digital," katanya.

Baca Juga:
Pendanaan Seri E, xAI Milik Elon Musk Kumpulkan Rp355 Triliun

Langkah ini dilakukan sehari setelah Grok membatasi fitur pembuatan dan pengeditan gambar di platform media sosial Musk, X, hanya untuk pelanggan berbayar sebagai upaya untuk meredam kritik yang meningkat terhadap maraknya deepfake.

Fitur tersebut memungkinkan pengguna untuk mengubah gambar online untuk menghilangkan pakaian subjek. Selain Indonesia, sejumlah negara lainnya juga menyoroti isu ini.

Baca Juga:
Bangun Pusat Data AI Raksasa, xAI Milik Elon Musk Kucurkan Rp336,9 Triliun

Baru-baru ini, para pejabat dan aktivis teknologi di Eropa mengecam langkah Musk yang umembatasi fitur tersebut hanya untuk pelanggan berbayar di X. Mereka merasa langkah itu tidak menyelesaikan masalah.

Kantor Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyebut langkah Musk itu menghina para korban.

“Hal itu sama saja dengan mengubah fitur AI yang memungkinkan pembuatan gambar ilegal menjadi layanan premium. Ini menghina para korban misogini dan kekerasan seksual," kata Downing Street dalam pernyataannya. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Silaturahmi Menteri Hukum dan Pemred: Bahas KUHP, KUHAP, Bantuan Hukum
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Preview Pertandingan Manchester United vs Brighton: Era Interim (Lagi) di Old Trafford, Target Realistis Piala FA
• 6 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Sejumlah Kendaraan di Belitung Terjebak Banjir
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Di Rakernas PDIP, Megawati Sebut Generasi Muda Paling Terdampak Imbas Bencana Banjir Sumatera
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Gelar Rakor, DPR-Pemerintah Tetapkan Tiga Langkah Pemulihan Pascabencana Sumatera
• 12 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.