Heboh MBG Balita Pakai Kantong Kresek, Komisi IX DPR Minta SPPG Disanksi

detik.com
9 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Belakangan viral di media sosial makanan bergizi gratis (MBG) khusus balita dan ibu hamil di Pandeglang, Banten, menggunakan wadah kantong plastik tanpa alas apapun. Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini meminta SPPG terkait diberikan sanksi karena lalai.

"Pertama, saya minta BGN untuk mengecek langsung ke lapangan mengenai kasus tersebut. Kedua, memberikan sanksi dan teguran keras bahkan pemberhentian sementara SPPG yang bersangkutan," ujar Yahya kepada wartawan, Minggu (11/1/2026).

"Untuk memberikan efek jera kepada pengelola SPPG supaya tidak terulang kembali di masa mendatang. Karena menyangkut keamanan makanan dan standar gizi," tambahnya.

Baca juga: BGN Ungkap SPPG Dekat Peternakan Babi di Sragen Belum Diberi Izin Bangun Dapur

Lalu, Yahya menyebut bahwa kasus tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan BGN di lapangan. Dia menyebut wadah kantong plastik tentu bahaya bagi kelompok rentan.

"Keempat, makanan yang ditempatkan di kantong plastik tidak dijamin keamanannya dan sangat membahayakan bagi penerima manfaat. Apalagi balita termasuk kelompok yang rentan terhadap kesehatannya," katanya.

Terpisah, Anggota Komisi IX DPR F-NasDem, Irma Surya Chaniago, menyayangkan kelalaian SPPG terkait. Dia menyebut wadah kresek itu tentu ditolak penerima.

"Duh masa iya kader Posyandu tidak paham kebersihan dan tata boga? Makanan dijadikan satu ditaruh di kantong plastik, sudah pasti penerimanya ilfeel. Jijik lah!" ujar Irma kepada wartawan, Minggu (11/1).

Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago saat melakukan kunjungan ke FK Undip, Semarang, Jumat (13/9/2024). Foto: Afzal Nur Iman/detikJateng

"Selain itu, sopir pengirim MBG dari SPPG kok tidak lapor dengan SPPG terkait cara pendistribusian tersebut?" tambahnya.

Irma menyebut seharusnya pihak SPPG turut memindahkan ke wadah yang sesuai dengan SOP, tak hanya mengantar. Dia menyebut kelalaian ini tentu tanggung jawab SPPG.

"Seharusnya SPPG juga mendistribusikan makanan tersebut ke dalam wadah yang dipersyaratkan. Masukkan bubur ke kantong plastik makanan, juga lauk pauknya. Sehingga saat didistribusikan tidak dicampur jadi satu," katanya.

"Fakta pihak SPPG juga tidak bertanggung jawab terhadap mekanisme pendistribusian bubur ayam tersebut. Harusnya ibu kader meminta SPPG menyediakan kantong plastik bening khusus untuk makanan, sehingga saat didistribusikan bubur dan lauk pauk tidak tercampur," sambungnya.

Diketahui, dalam video yang viral terlihat makanan tersebut menggunakan wadah kantong plastik berwarna kuning dan hijau. Dalam video itu, perekam mengaku syok.

"Ini MBG untuk balita kaya gini, isinya ayam, nggak tahu itu bubur atau apa, kayak muntah kucing. Ini baru dibuka," tutur pemilik akun TikTok yang saat ini sudah menghapus unggahan kontennya tersebut.

Baca juga: Pengelola Akui Lalai Bangun SPPG Sebelah Peternakan Babi di Sragen

"Maaf bukan nggak bersyukur, masa mau dimakan pakai plastik begini?" tanyanya.

Klarifikasi BGN dan SPPG

Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut bahwa makanan itu dari pihak SPPG menggunakan foodtray.

"Dari SPPG sudah sesuai SOP dengan pengiriman menggunakan foodtray," kata Juru Bicara BGN, Redy Hendra, saat dikonfirmasi, Minggu (11/1/2026).

Terpisah, Kepala SPPG Karyasari, Dimas Dhika Alpiyan menyebut kejadian itu terjadi pada Kamis (8/1), di Kecamatan Sukaresmi. Dimas menyebut makanan itu dipindahkan oleh salah satu kader posyandu dan tanpa pengetahuan pihak SPPG.

"Namun setelah ompreng tiba di tempat oleh ibu kader yang bersangkutan makanan yang di dalam ompreng dipindahkan dan disatukan penyajiannya di dalam kantong plastik karena ibu kader memiliki alasan spontanitas," ujar Dimas.

"Setelah itu, oleh ibu kader diberikan kepada penerima manfaat yaitu bumil, busui, dan balita. Ompreng kembali dibawa pulang oleh sopir dengan keadaan kosong," tambahnya.

Dimas menyebut kejadian tersebut baru diketahui oleh SPPG pada keesokan harinya, usai menerima laporan bahwa potongan video itu viral di media sosial. Dia menyebut pihaknya sudah mengklarifikasi dan pihak kader posyandu itu mengaku spontan.

"Setelah video tersebut viral kami pihak SPPG Karyasari Sukaresmi mengundang para ibu kader untuk komunikasi lebih dalam. Ibu kader datang pada Jumat, 9 Januari, pukul 09.00. Ibu kader mengklarifikasi bahwasanya mereka memang memasukkan menu tersebut ke dalam plastik karena keadaan spontanitas yang terjadi," kata Dimas.




(azh/dhn)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Awas Baper! Sinopsis Drakor Love Next Door, Jung Hae In dan Jung So Min Terjebak Friendzone Sejak Kecil
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Megawati Disambut Prananda dan Hasto Hadiri Rakernas PDIP Hari Kedua
• 1 jam laluidntimes.com
thumb
3 WNI Terjebak di Persembunyian Dajjal saat Saudi Serang Yaman Dievakuasi
• 3 jam laludetik.com
thumb
Persib Vs Persija, Beckham Putra Cetak Gol Dimenit Kelima
• 43 menit lalumediaindonesia.com
thumb
Megawati Kembali Hadiri Rakernas PDIP Hari Kedua di Ancol
• 1 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.