Jakarta, IDN Times - Kelompok hak asasi manusia melaporkan bahwa otoritas Nikaragua telah menangkap sedikitnya 60 orang karena diduga merayakan atau menyatakan dukungan atas penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro.
Presiden Nikaragua, Daniel Ortega, dan istrinya, Wakil Presiden Rosario Murillo, diketahui merupakan sekutu setia Maduro, yang ditangkap bersama istrinya oleh personel militer Amerika Serikat (AS) di Caracas pekan lalu. Maduro kini menghadapi tuduhan narkoba dan kepemilikan senjata di pengadilan New York.
"Sejak penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, sedikitnya 60 penangkapan sewenang-wenang telah terjadi atas dugaan mendukung operasi tersebut," tulis LSM Blue and White Monitoring, yang mengumpulkan laporan pelanggaran hak asasi manusia di Nikaragua, dalam unggahannya di platform media sosial X.
Kelompok itu menyatakan bahwa hingga Jumat (9/1/2026), sebanyak 49 orang masih ditahan tanpa kejelasan informasi mengenai status hukum mereka. Sementara itu, sembilan orang telah dibebaskan dan tiga lainnya sempat ditahan sementara.



