Fenomena Lampu Hijau Melintas di Langit, Benda Apakah Itu?

fajar.co.id
14 jam lalu
Cover Berita

Oleh: A. Nadia Amalina
(Pelajar)

Berasal dari bahasa Yunani kometes yang berarti “rambut panjang”. Istilah itu kini disematkan untuk benda langit yang tiba-tiba muncul dan disebut komet.

Benar saja, jika kamu melihat komet melintas, bentuknya mirip bola cahaya dengan ekor panjang yang berkibar di angkasa, seperti karakter anime yang sedang sprint memakai efek cahaya dramatis.

Komet sebenarnya hanyalah bongkahan es dan debu yang mengembara di ruang hampa. Namun ketika mendekati Matahari, komet berubah total dari batu es yang membeku menjadi makhluk langit bercahaya dengan ekor memanjang hingga jutaan kilometer.

Pemandangannya selalu berhasil membuat manusia takjub sejak zaman dahulu.

Bagian dalam komet sederhana tapi menarik. Intinya berupa gumpalan es yang bentuknya acak, dikelilingi kabut tipis dari gas yang menyublim dan membuat komet terlihat bercahaya lembut.

Lebih jauh lagi, ada lapisan hidrogen yang ukurannya sungguh tak masuk akal, mencapai puluhan juta kilometer. Dan tentu saja ada ekornya: ada ekor debu yang melengkung indah, dan ada ekor gas yang lurus seperti garis cahaya. Ekor komet selalu menjauhi Matahari, sehingga kadang terlihat aneh seperti ekornya “di depan”. Semua itu tergantung sudut pandang pengamat di Bumi.

Jalur komet juga beragam. Ada yang jalurnya jauh banget sampai daerah paling dingin di luar tata surya dan kembali hanya dalam ribuan tahun. Ada pula yang sering lewat karena orbitnya pendek. Beberapa komet bahkan muncul teratur seperti jam, sementara yang lain hanya lewat sekali, seperti tamu misterius yang tidak pernah kembali.

Di antara banyak komet yang pernah menyapa Bumi, Komet Lulin adalah salah satu yang paling menarik. Ia ditemukan oleh seorang mahasiswa meteorologi bernama Quanzhi Ye melalui foto observasi dari Taiwan.

Saat meneliti peta bintang, Ye melihat titik cahaya yang “tidak ada dalam daftar” bintang yang nekat bergerak sendiri. Setelah dicek kembali, ternyata itu adalah komet baru, lalu diberi nama Lulin. Komet ini datang dari jarak luar biasa jauh, sekitar 18 triliun mil dari Matahari.

Yang membuat Lulin semakin unik adalah cara bergeraknya.

Planet-planet di tata surya semuanya berputar berlawanan arah jarum jam. Tapi Lulin? Ia malah bergerak searah jarum jam. Arah orbitnya yang terbalik ini membuat Lulin tampak seolah berjalan mundur ketika dilihat dari Bumi seperti pengunjung angkasa yang sengaja ingin tampil beda.

Namun hal paling ikonik dari Lulin adalah warna hijau neon yang dipancarkannya. Warna ini muncul ketika gas cyanogen dan karbon diatomik di atmosfer komet terkena sinar Matahari dan memancarkan cahaya hijau terang. Bayangkan: sebuah lampu hijau raksasa melintas perlahan-lahan di langit malam. Tidak heran banyak orang menyebutnya seperti lampu neon kosmik.

Lulin juga memamerkan fenomena langka bernama antitail, yaitu “ekor” yang seolah mengarah ke depan. Sebenarnya ini hanya ilusi optik akibat debu komet yang membentuk bidang tipis. Tapi tetap saja, dari Bumi efeknya terlihat keren, seperti komet itu punya dua ekor yang saling berlawanan.

Pada jarak terdekatnya, sekitar 38 juta mil dari Bumi, Komet Lulin muncul di dekat Saturnus dan bintang-bintang terang seperti Regulus dan Spica. Pengamat yang jauh dari polusi cahaya bahkan bisa melihat sinar hijau Lulin dengan mata telanjang. Malam itu seperti langit sedang menyalakan tombol “efek khusus” hijau, terang, dan benar-benar luar biasa.

Komet Lulin mungkin hanya lewat satu kali, tetapi ia meninggalkan cerita dan pemandangan yang sulit dilupakan. Ia datang seperti lampu hijau raksasa dari sudut terjauh tata surya, melintas sebentar, lalu kembali menghilang ke gelapnya ruang angkasa.

Sesaat, langit malam terasa lebih hidup seolah sedang memberi kita salam singkat dari dunia jauh yang belum pernah kita kunjungi. (*)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Realme dikabarkan akan kembali menjadi submerek Oppo
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Megawati: Politik Harus Jadi Alat Pengabdian, Bukan Sekadar Kejar Jabatan
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
6 Jenazah Korban Kebakaran Panti Werdha Manado Teridentifikasi, Ini Nama-namanya
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Review Papa Zola The Movie: Animasi Keluarga yang Menggali Makna Ayah di Balik Humor
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Tingkat Pengangguran AS Melambat ke 4,4% per Akhir 2025
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.