Dengan mengenakan sepatu kets dan rambut dirol, seorang remaja putri bersama temannya berjalan di lorong M Bloc Space, salah satu ikon ruang temu di Blok M. Sementara itu, sekelompok pengunjung menikmati suasana hanya dengan bersantai di tempat duduk berundak ruang kreatif tersebut.
Vivi (25) dan Aulia (26) yang berasal dari dua daerah berbeda bertemu di tempat ini untuk membuat kreasi mewarnai gambar di tas jinjing kain. ”Biasanya kita kulineran aja di Blok M Hub di basement. Pokoknya, kalo bingung mau ke mana, pasti tujuannya ke Blok M karena banyak makanan viral,” ucap Aulia yang datang dari Jakarta Timur.
Selain berburu makanan viral, mereka menemukan kegiatan lainnya yang bisa dilakukan di tempat tersebut. Seperti mewarnai tas jinjing di salah satu kafe di M Bloc Space yang diketahui dari platform Tiktok.
Sementara itu, Taman Literasi lebih banyak menyedot pengunjung. Ruang terbuka hijau ini dimanfaatkan warga untuk menikmati kuliner UMKM, berfoto, piknik di bawah pohon, membaca kolesi buku di perpustakaan hingga sekadar lesehan di lantai atas yang menawarkan pemandangan kota. Sekelompok remaja perempuan sibuk membuat konten dengan joget ringan di dalam kafe kekinian. Di sudut lain, seorang ibu dari Tambun, Bekasi, Jawa Barat, terlihat menunggui anak-anaknya menikmati wahana sederhana di spot permainan Taman Literasi.
Sudut Blok M telah menjadi magnet bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Kemacetan pun menjadi menu rutin akhir pekan, terutama arus lalu lintas di ruas Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menuju titik sentral keramaian. Selain volume kendaraan yang meningkat ke arah tersebut, putaran balik tepat di depan Plaza Blok M dan pejalan kaki yang menyeberang dari pusat perbelanjaan tersebut ke arah Taman Literasi membuat arus kendaraan tersendat.
Seiring berkembangnya kota, Blok M mengalami transformasi besar dari waktu ke waktu. Pusat perbelanjaan Blok M Plaza sudah menjadi ikon mal di Jakarta Selatan sejak 1991. Blok M Square kemudian menyusul sebagai pusat perbelanjaan grosir dan ritel sejak 2008 menjadikan kawasan ini sebagai salah satu sentra ekonomi di selatan Jakarta.
Periode berikutnya, Taman Literasi hadir sebagai oase di tengah-tengah sentra ekonomi yang dikelilingi gedung-gedung bertingkat. Sejumlah fasilitas pendukung, seperti perpustakaan, cukup menyedot animo dan mengampanyekan pentingnya literasi di ruang publik. Panggung terbuka di tengah-tengah kolam yang dikelilingi amfiteater sering menjadi pusat kegiatan kreatif.
Selanjutnya, revitalisasi besar-besaran dilakukan di gudang produksi uang milik Perusahaan Umum Percetaan Uang RI (Peruri) yang disulap menjadi ruang kreatif M Bloc Space. Zona ini mulai dibuka pada 2019 sebagai ruang untuk UMKM, seniman, musisi, dan menjadi salah satu destinasi yang populer di blok M.
Terminal Blok M pun tak luput dari revitalisasi dan menjangkau layanan dari penyangga Jakarta, seperti Tangerang dan Tangerang Selatan, Bogor, Depok, dan Bekasi menuju Blok M. Pada 2019, transportasi publik Moda Raya Terpadu (MRT) menambah kemudahan mobilitas pengunjung dengan keberadaan Stasiun MRT Blok M yang terhubung langsung dengan Blok M Plaza, menjadikan Blok M sebagai salah satu kawasan berorientasi transit (TOD) unggulan di Jakarta. Aksesibilitas dengan transportasi publik menjadi nilai tambah Blok M dibandingkan dengan destinasi lainnya di Jakarta.
Bagi warga yang ingin piknik di taman bersama keluarga, membaca koleksi buku, mereka bisa ke Taman Literasi Martha Tiahahu. Adapun M Bloc Space memberikan ruang kreatif bagi seniman dan wadah diskusi publik hingga panggung bagi musisi-musisi.
Destinasi Blok M Hub menjadi etalase cita rasa untuk mereka yang ingin menikmati wisata kuliner yang kekinian atau viral di media sosial. Adapun pusat perbelanjaan Blok M Square dan Plaza Blok M memberikan ruang bagi pengusaha ritel. Ruang-ruang publik itu menjadi surga bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana lain setelah penat dengan hiruk pikuk keseharian.
Pada akhir pekan, seperti Sabtu (10/1/2026) sore, kawasan ini terlihat ramai pengunjung. Banyak dari mereka yang berlalu-lalang dari satu titik menuju titik lain untuk mengeksplor hal-hal yang baru dan menarik, dari kuliner hingga ruang berkreasi. Seorang petugas keamanan berseragam kuning menuturkan, keramaian di kawasan terpadu yang menggabungkan Blok M Hub, Blok M Square, dan Taman Literasi biasa terjadi di akhir pekan mulai siang. Keramaian semakin meningkat saat hari menjelang sore hingga malam. Hiruk pikuk orang berseliweran itu menjadi obyek menarik bagi sekelompok penggemar forografi untuk mengabadikannya.
Sebagian besar di antara pengunjung adalah kaum muda dan remaja. Mereka ada yang datang berkelompok, berpasangan, sementara sisanya rombongan sekeluarga. Salah satu pemandangan yang jamak adalah antrean pengunjung yang rela menanti demi mencicipi makanan dan minuman di deretan ruko zona luar ruang di sekitar Blok M Square. Tak terkecuali, resto-resto kecil di basement Blok M Hub juga terlihat ramai.
Aktualisasi diri adalah salah satu bagian penting bagi generasi kini. Oleh karenanya, gerai yang menyewakan bilik foto pun terlihat cukup ramai dengan antrean yang mencapai belasan nomor. Pengelola membatasi maksimal hanya tujuh orang yang dapat befoto dalam satu bilik tersebut. Setelah membayar Rp 35.000, pelanggan dapat berswafoto bersama dalam bilik dan mendapatkan hasil cetakan serta arsip digital foto mereka.
Kawasan Blok M telah menjadi magnet destinasi akhir pekan bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Sejumlah sentra ruang publik yang tersedia cukup lengkap dengan segala macam aktivitas yang dapat dinikmati di akhir pekan. Seperti yang tertulis di sebuah poster di M Bloc Space, ”Semua (akan) Kembali ke Blok M”.




