LONDON, KOMPAS.TV - Lima partai politik utama di Greenland menyampaikan sikap tegas dan satu suara: menolak rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengambil alih Greenland.
Pernyataan bersama itu dirilis pada Jumat (9/1/2026) dan langsung menarik perhatian internasional.
Greenland menegaskan identitasnya sendiri, terlepas dari tekanan geopolitik negara besar.
Dalam pernyataan resminya, seperti melansir Andolu, Minggu (11/1/2026) para pemimpin lima partai politik Greenland menolak keras wacana menjadi bagian dari Amerika Serikat maupun Denmark.
"Kami tidak ingin menjadi orang Amerika, kami tidak ingin menjadi orang Denmark, kami ingin menjadi orang Greenland," tegas mereka.
Tak hanya itu, mereka juga meminta agar Amerika Serikat menghentikan sikap yang dinilai merendahkan Greenland.
"Masa depan Greenland harus ditentukan oleh rakyat Greenland," lanjut pernyataan tersebut.
Para pemimpin partai menekankan bahwa pembahasan mengenai masa depan Greenland harus berpijak pada diplomasi dan prinsip-prinsip internasional, bukan ancaman atau tekanan sepihak.
Mereka juga menyoroti bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Greenland semakin aktif dan diakui dalam percaturan global, seiring meningkatnya partisipasi di forum internasional.
- Untuk memastikan transparansi politik, mereka mengumumkan langkah konkret dengan memajukan jadwal sidang parlemen.
- Sidang Inatsisartut (Parlemen Greenland) akan dipercepat demi menjamin:
- Terjadinya debat politik yang adil
- Pembahasan komprehensif soal masa depan Greenland
- Perlindungan penuh terhadap hak-hak rakyat
Trump Lempar Ancaman Ambil Alih
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Gading-Persada
Sumber : Anadolu
- Greenland
- Donald Trump
- Amerika Serikat
- Denmark
- geopolitik global
- NATO


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469506/original/015105800_1768124481-liga_ts_2.jpg)

