Gempa bumi 7,1 magnitudo mengguncang Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Sabtu (10/1) pukul 21.58 WIB. Gempa berpusat di laut dan tidak berpotensi tsunami.
Berdasarkan data yang diterima BNPB dari BMKG, gempa berada pada kedalaman 17 kilometer. Pusat gempa 52 kilometer tenggara Melonguane, 124 kilometer barat daya Pulau Karatung, 165 kilometer timur laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, serta 319 kilometer barat laut Ternate, Maluku Utara.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan guncangan gempa dirasakan kuat selama kurang lebih 20 hingga 30 detik di wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud.
"Dampak getaran tersebut menyebabkan kepanikan di kalangan masyarakat, yang sebagian memilih keluar rumah untuk menyelamatkan diri," kata Muhari, Minggu (11/1).
Pascakejadian, BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud bersama BPBD Sulawesi Utara melakukan pemantauan dan monitoring di lapangan guna mengidentifikasi dampak gempa serta mengantisipasi potensi gempa susulan.
"Hingga laporan ini disusun, belum terdapat laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan," kata Muhari.
BNPB mengimbau masyarakat di wilayah terdampak agar tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Masyarakat juga diminta untuk menghindari bangunan yang mengalami kerusakan, memastikan kondisi lingkungan sekitar aman, serta mengikuti informasi resmi dari instansi terkait.
Analisis BMKGDirekrut Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Maluku.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar turun (oblique normal)," ucap Daryono.
Meski magnitudo gempa besar, BMKG memastikan tidak berpotensi tsunami. Namun, pada Sabtu pukul 22.20 WIB, ada satu gempa susulan dengan magnitudo 4,6.





