Wanti-wanti Peneliti UGM Soal Superflu, Tetap Bisa Fatal Bagi yang Rentan

suara.com
11 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Dosen UGM, Tri Wibawa, mengimbau waspada terhadap virus super flu Influenza A subclade K karena varian baru berkembang.
  • Perubahan genetik virus ini berpotensi memengaruhi imunitas dan mempercepat penularan, meskipun kekerabatannya dekat dengan flu musiman.
  • Pencegahan meliputi etika batuk, penggunaan masker, cuci tangan, istirahat cukup, dan vaksinasi tetap dianjurkan bagi kelompok rentan.

Suara.com - Dosen Mikrobiologi FK-KMK UGM, Tri Wibawa, mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap penyebaran virus super flu. Apalagi dengan varian virus yang mssih berkembang.

Ia bilang bahwa virus Influenza A 'subclade' K secara genetik memiliki perbedaan dengan virus yang sebelumnya bersirkulasi.

"Harus tetap waspada, karena virus influenza H3N2 memang dapat berakibat fatal pada orang yang rentan, seperti lansia," kata Tri, Minggu (11/1/2026).

Lebih lanjut, Tri menjelaskan bahwa varian Influenza A 'subclade' K mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Hal itu berdasarkan dari sifat materi genetik (RNA) yang dibawanya.

Dari perubahan genetik kecil yang terjadi tersebut, dapat menghasilkan virus-virus varian baru yang berkerabat dekat.

Menurut Tri dengan perubahan virus yang cepat dan muncul varian baru yang secara signifikan berbeda akan memengaruhi sistem kekebalan tubuh manusia.

"Ada potensi akan menyebabkan sistem kekebalan manusia menjadi tidak mampu untuk melawan, dan konsekuensi lainnya, seperti penularan yang lebih cepat," ujarnya.

Kendati demikian, Tri menuturkan bahwa subclade K ini tetap memiliki kekerabatan yang dekat dengan virus flu musiman yang kerap dialami oleh banyak orang.

Para ahli virus menganggap bahwa saat ini belum ada tanda yang menunjukkan sesuatu yang tidak biasa dalam cara virus ini berevolusi. Pasalnya virus tersebut selalu berubah dalam rangka revolusinya.

Baca Juga: Pancaroba Picu Kewaspadaan Superflu di Kabupaten Tangerang, Dinkes Minta Warga Tidak Panik

"Sejauh ini, tidak ada bukti dari studi laboratorium maupun studi populasi bahwa varian ini dapat menghindari kekebalan tubuh manusia yang terbentuk oleh infeksi influenza sebelumnya atau dari vaksin yang telah didapatkan," ungkapnya.

Bagi Tri, pencegahan dari penularan varian virus ini sama dengan menghindari flu pada umumnya. Mulai dengan cara menerapkan etika batuk yang baik, serta menggunakan masker bagi untuk orang yang sedang mengalami gejala flu.

Termasuk mencuci tangan secara periodik, beristirahat cukup dengan memastikan ruangan memiliki ventilasi yang cukup.

Menurutnya vaksinasi tetap dilakukan untuk kelompok rentan.

"Vaksinasi tetap dianjurkan untuk kelompok rentan, seperti anak-anak, orang lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit kronis," pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Makam kerajaan ungkap koleksi satwa liar langka tertua di China
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Jenazah ABK Tenggelam di Pelabuhan Muara Baru Dievakuasi
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mensos: Sekolah Rakyat Terdampak Bencana Sumatra Sudah Beroperasi Lagi
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
658 Siswa Grobogan Diduga Keracunan Makanan Bergizi Gratis
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pram Pastikan Belum Ada Kasus Super Flu di Jakarta
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.