Hoaks Video Satu Keluarga Bunuh Diri di Kebumen, Begini Fakta Sebenarnya

rctiplus.com
10 jam lalu
Cover Berita

KEBUMEN, iNews.id – Masyarakat Kabupaten Kebumen mendadak digegerkan dengan beredarnya sebuah video tragis yang memperlihatkan seorang ibu dan dua orang anak tewas gantung diri. 

Narasi dalam video tersebut mengeklaim bahwa peristiwa itu terjadi di Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, akibat himpitan ekonomi.

Namun, Pemerintah Kabupaten Kebumen melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memastikan bahwa video dan narasi yang beredar luas tersebut adalah Hoaks. 

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kebumen, Wahyu Siswanti, menegaskan bahwa video yang menyebar di media sosial dan grup WhatsApp tersebut bukan merupakan rekaman dari peristiwa di Buayan.

"Banyak video beredar tapi bukan video yang sesungguhnya. Mohon masyarakat agar cerdas dan hati-hati dalam menerima informasi. Cek dulu kebenarannya atau konfirmasi ke Pemkab dan aparat sebagai sumber tepercaya," ujar Wahyu dalam keterangan resminya, Minggu (11/1/2026).

Wahyu meluruskan bahwa memang benar terjadi peristiwa memilukan di Kecamatan Buayan, namun terdapat perbedaan signifikan antara fakta di lapangan dengan narasi hoaks yang beredar.

Nrasi hoaks menyebutkan tiga orang (ibu dan dua anak), sedangkan fakta aslinya korban berjumlah dua orang.

Identitas korban yakni, seorang ibu berinisial AA (35) dan satu anak laki-lakinya yang baru berusia 4 tahun.

Motif Bukan Semata Masalah Ekonomi

Selain jumlah korban, informasi hoaks juga menyebutkan faktor kemiskinan sebagai pemicu utama. Namun, berdasarkan penelusuran lapangan, ditemukan indikasi adanya permasalahan internal keluarga.

"Korban meninggal bukan karena semata keterbatasan ekonomi. Ada unsur korban mengalami depresi akibat kelakuan suaminya dengan perempuan lain," ungkap Wahyu menjelaskan hasil penelusuran tim di lapangan.

Menyikapi tragedi ini, Bupati Kebumen telah menginstruksikan jajarannya untuk memberikan dukungan penuh kepada keluarga yang ditinggalkan. Langkah-langkah yang diambil Pemkab meliputi menberikan penguatan bagi anggota keluarga yang tersisa.

Pendampingan khusus bagi keluarga yang mengalami trauma dengan menanggung seluruh biaya visum korban oleh pemerintah daerah.

Masyarakat kembali diimbau untuk berhenti menyebarluaskan video atau konten sensitif yang tidak jelas kebenarannya, guna menjaga perasaan keluarga korban dan menghindari sanksi hukum terkait penyebaran hoaks (UU ITE).

Original Article


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Lawan Keinginan Trump, Greenland: Kami tak Ingin Jadi Orang Amerika
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Antrean Panjang Terjadi di Jalur Lembah Anai Pascabencana
• 12 jam laludetik.com
thumb
Ada Peringatan Isra Mikraj, 16 Januari 2026 Jadi Hari Libur Nasional
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jadwal Pertandingan Persib vs Persija Hari Ini: Jam Tayang, Prediksi Susunan Pemain, dan Head to Head
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
MTQ ke-56 Tangerang Galang Dana untuk Korban Bencana Sumatra
• 9 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.