JAKARTA – Demonstrasi dan kerusuhan yang meluas di Iran telah memasuki pekan kedua, mengguncang pemerintahan Islam yang dipimpin oleh Ayatollah Ali Khamenei. Di tengah situasi yang memanas, nama Reza Pahlavi kembali terdengar didengungkan oleh demonstran dan para pendukung oposisi di Iran.
Reza Pahlavi adalah putra Shah terakhir Iran, yang digulingkan lima dekade lalu dan terpaksa hidup di pengasingan sejak saat itu.
Lahir di Teheran, Reza Pahlavi secara resmi dinobatkan sebagai Putra Mahkota pada tahun 1967, saat penobatan ayahnya, Shah Mohammad Reza Pahlavi. Sejak usia muda ia dipersiapkan untuk suatu hari memerintah Iran, namun hidupnya mengalami perubahan dramatis hanya lebih dari satu dekade kemudian.
Pada tahun 1978, di usia 17 tahun, Reza Pahlavi meninggalkan Iran untuk menjalani pelatihan pilot jet tempur dengan Angkatan Udara Amerika Serikat (AS). Keputusan itu, yang dimaksudkan untuk mempersiapkannya menjadi pemimpin militer, pada akhirnya membuatnya absen ketika Revolusi Islam 1979 meletus dan menggulingkan monarki.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5400156/original/090214600_1762067329-Megawati.jpg)
