jpnn.com, JAKARTA - Perum Bulog memastikan penyaluran bantuan pangan penanggulangan dampak bencana banjir yang melanda wilayah Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat berjalan optimal.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan pihaknya telah bergerak cepat menyalurkan bantuan sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto.
BACA JUGA: Sambut 2026, BULOG Siap Hadapi Tugas yang Jauh Lebih Besar
Prioritas utama distribusi pangan ditujukan kepada wilayah-wilayah yang mengalami dampak paling parah dan sulit dijangkau.
Rizal memastikan seluruh sumber daya dikerahkan agar bantuan sampai tepat sasaran.
BACA JUGA: Bulog Pecahkan Rekor Penyerapan Gabah Kering Panen Sepanjang Sejarah 2025
"Bulog dalam hal ini memberikan bantuan semaksimal mungkin sesuai dengan arahan Bapak Presiden, yaitu diprioritaskan kepada daerah-daerah yang betul-betul terisolir yang pertama," ujar Rizal di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur, baru-baru ini.
Selain daerah terisolir, Bulog juga menetapkan dua prioritas lain dalam penyaluran ini.
BACA JUGA: Perum BULOG Perkuat Sarana TIK di Sekolah Vokasi UNS
Prioritas tersebut mencakup daerah yang benar-benar membutuhkan bantuan mendesak serta wilayah terpapar dampak bencana secara langsung.
Strategi penyaluran logistik tidak hanya berfokus pada kecepatan, tetapi juga pada kuantitas ketersediaan stok di lapangan.
Bulog mengambil langkah taktis dengan melipatgandakan persediaan beras di provinsi-provinsi yang terdampak banjir tersebut.
"Jadi contoh umpamanya Provinsi Aceh membutuhkan 1.000 ton ataupun 5.000 ton kemarin yang terakhir, itu kami tingkatkan stoknya menjadi 3 kali lipat. Begitu juga untuk Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat," tutur Rizal.
Khusus untuk wilayah Aceh, penyaluran bantuan difokuskan ke beberapa titik yang sempat mengalami isolasi akibat bencana.
Bulog mencatat daerah Takengon dan Bener Meriah sebagai lokasi yang mendapatkan perhatian khusus pada awal masa tanggap darurat.
Selain dua daerah tersebut, distribusi juga diperluas ke Aceh Tamiang yang turut terdampak banjir.
"Khusus untuk wilayah Aceh, kami prioritaskan kemarin yang pertama adalah daerah Takengon dan Bener Meriah. Pada saat pertama ada bencana itu ya, di mana Bener Meriah dan Takengon benar-benar terisolir," imbuhnya.
Bantuan yang disalurkan tidak terbatas pada komoditas pangan utama seperti beras, minyak, dan gula, tetapi juga mencakup kebutuhan sandang dan dana bantuan.
"Intinya Bulog akan memaksimalkan semaksimal mungkin dukungan logistik untuk saudara-saudara kita yang terpapar bencana," kata Rizal tegas.
Di Sumatra Utara, proses penyaluran bantuan dinilai berjalan lebih lancar dibandingkan di Aceh karena kondisi medan dan dampak bencana yang relatif lebih ringan.
Sementara itu, untuk Sumatra Barat, Bulog melaporkan masa tanggap darurat hampir selesai dengan penanganan yang tergolong cepat.
Ketersediaan gudang logistik yang memadai di wilayah tersebut sangat membantu proses pemulihan.
Data Bulog menunjukkan bantuan bencana alam yang sudah terdistribusi di Sumatra Barat mencapai 1.069 ton.
Selain itu, terdapat bantuan pangan beras khusus untuk masyarakat sebesar 6.795 ton yang telah disalurkan.
Bulog juga sedang mengirimkan tambahan stok beras sebanyak 30.000 ton dari Tanjung Priok menuju Padang untuk memperkuat cadangan pangan daerah tersebut. (mcr31/jpnn)
Video Terpopuler Hari ini:
Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Romaida Uswatun Hasanah



