REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf membuka pendidikan kilat (diklat) calon petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 M. Menurut sosok yang akrab disapa Gus Irfan itu, pelatihan ini penting untuk menempa seluruh personel yang akan membantu jamaah haji pada tahun ini.
Terlebih lagi, sambung dia, beberapa tahun lalu muncul banyak keluhan dari jamaah haji. Mereka umumnya mengeluhkan, petugas haji di lapangan kurang responsif, profesional, dan sebagainya.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});- Hikmah Berusaha dan Berdoa
- KAI Operasikan Rangkaian Stainless Steel New Generation KA Gajayana dan Parahyangan
- Sepanjang 2025, KAI Layani Hampir 700 Ribu Wisatawan Mancanegara
"Hari ini, kita mulai diklat (PPIH Arab Saudi) 30 hari. Selama 20 hari di sini (Asrama Haji), 10 hari itu online. Itu pun belum selesai. Dilanjutkan dengan online berikutnya terkait dalam penyiapan bahasa Arab buat mereka," kata Gus Irfan kepada Republika di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada Ahad (11/1/2026)
Selama 20 hari, para peserta mendapatkan pelatihan, pembinaan, dan pendidikan yang mencakup penanaman kedisiplinan, penempaan fisik, serta pendalaman pengetahuan tentang haji. Dalam diklat tersebut, mereka juga diberi pemahaman tentang pembagian tugas, termasuk penempatan kerja, posisi, dan pos yang akan dijalani. Dengan demikian, ketika nanti bertugas di Arab Saudi, mereka benar-benar memahami tugas masing-masing. Sekurang-kurangnya, sudah mengenal komposisi tim yang akan bekerja bersama mereka.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}
Gus Irfan juga menegaskan, diklat ini membekali para petugas haji dengan kemampuan berbahasa Arab. Berdasarkan pengalaman dari penyelenggaraan ibadah haji pada tahun-tahun lalu, salah satu kendala petugas haji adalah kurangnya kemampuan berbahasa Arab dasar.
"Di diklat, kami berikan (pelatihan kemampuan) bahasa Arab dalam 20 hari, ini ditambah online berikutnya," ujar Gus Irfan.
Ia membenarkan, diklat untuk para petugas haji kini menggunakan nuansa militer. Sebab, lanjut Gus Irfan, mereka ditempa bukan hanya mental disiplin, melainkan juga ketahanan fisik.
Tanpa fisik dan disiplin yang kuat, PPIH tidak akan bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya selama melayani jamaah haji RI di Tanah Suci.
Gus Irfan juga mengingatkan bahwa petugas haji yang melanggar aturan akan diberi peringatan. Kalau tetap melanggar aturan, petugas yang sudah diberi peringatan akan langsung dipulangkan dari diklat.
Begitu pula saat bertugas nanti. Bila terbukti melanggar peraturan, petugas haji dapat dipulangkan dari Arab Saudi sebelum masa puncak haji.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wahid berharap, Kementerian Haji dan Umrah RI dapat melaksanakan penyelenggaraan haji 2026 dengan sebaik-baiknya. Menurut dia, dalam hal ini profesionalisme petugas haji menjadi kunci kesuksesan.
"Oleh karena itu, ini sudah bagus, petugas (PPIH) akan di diklat tidak hanya 20 hari, tapi sampai 30 hari dan ditambah lagi adalah dengan (pelajaran) bahasa Arab, itu suatu langkah yang maju," ujar Wahid.




