Tren Rumah Americana 2026: Desain Klasik Bernilai Mahal dan Investasi Tinggi

mediaindonesia.com
10 jam lalu
Cover Berita

DIPEMBUKAAN tahun 2026 ini tren desain rumah Americana diprediksi aka menjadi salah satu gaya yang paling diminati, terutama di pasar properti kelas menengah atas dan segmen premium. Para desainer interior dan arsitek mencatat rumah dengan sentuhan klasik Amerika tidak hanya tampil estetis, tetapi juga mencerminkan nilai sejarah dan kualitas tinggi yang berujung pada kesan “mahal” dan bernilai investasi tinggi.

Gaya Americana, secara tradisional mencakup penggunaan elemen historis, material alami, serta detail arsitektur yang kaya karakter, kembali menarik perhatian setelah beberapa tahun dominasi desain minimalis bersih. Menurut pengamatan pakar desain, konsumen kini menginginkan rumah yang bukan sekadar fungsional, tetapi juga memiliki kedalaman estetika dan personalisasi yang kuat. Hal ini sinkron dengan tren “rumah kaya karakter” yang muncul di berbagai pasar desain global.

Nilai estetika yang kuat dan sejarah visualnya menjadi salah satu alasan utama kenaikan minat terhadap desain Americana. Material seperti kayu bertekstur, batu alam, dan warna netral hangat menjadi ciri khas yang tidak lekang oleh waktu. 

Gaya ini mengadopsi palet warna hangat dan detail klasik yang membuat ruang tampak lebih elegan dan bernilai tinggi. Tren warna hangat yang diprediksi mendominasi interior tahun 2026 juga memperkuat daya tarik gaya ini, karena warna seperti cokelat tua, beige, dan terra cotta mampu menciptakan suasana yang hangat sekaligus berkelas.

Di samping itu, tren desain interior yang menekankan sentuhan historis dan nostalgia turut memperkuat posisi Americana di pasar. Banyak pemilik rumah mulai mengejar estetika yang memadukan elemen vintage dan modern, menciptakan ruang yang tidak hanya nyaman tetapi juga sarat makna. Ini termasuk penggunaan furnitur klasik dengan finishing berkualitas tinggi, serta ornamen arsitektural tradisional seperti panel kayu, langit-langit berkubah, dan jendela berkotak.

Nilai “mahal” yang melekat pada rumah bergaya Americana tak hanya berasal dari estetika visual, tetapi juga biaya material dan pengerjaan yang lebih tinggi. Material alami seperti batu dan kayu keras, serta furnitur buatan tangan, cenderung menambah biaya dibandingkan elemen produksi massal. Di sisi lain, konsumen semakin menghargai kualitas, durabilitas, dan karakter unik yang dibawa oleh elemen-elemen ini.

Pakar desain menyatakan bahwa rumah yang menerapkan gaya Americana sering kali lebih mudah menarik minat pembeli dalam pasar sekunder, karena memiliki daya tarik emosional dan nilai estetika jangka panjang. Tren ini diperkirakan tidak hanya bertahan sepanjang 2026, tetapi juga menjadi acuan gaya yang terus dicari oleh mereka yang ingin hunian yang terasa otentik, berkelas, dan bernilai investasi tinggi. (la-z-boy/The Spruce/Countryliving/Veranda/Z-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Big Bang Stage Timur All Stars Satukan Musisi Timur Indonesia di Jakarta
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Gempa M 7,1 Guncang Talaud Sulut, BNPB Imbau Warga Waspadai Gempa Susulan
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
Tasya Juara DA7 Puji Indosiar yang Peduli Lingkungan, Kini Tak Lagi Terima Karangan Bunga
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
Lirik Lagu kota ini tak sama tanpamu - Nadhif Basalamah feat. Aziz Harun dan Aisha Retno
• 23 jam laluinsertlive.com
thumb
Gerebek Pabrik Rumahan Senjata Api Rakitan di Bandung dan Cipacing, Polisi Tangkap 5 Orang
• 13 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.