6 ribu penari Zapin catatkan Rekor Muri di Riau

antaranews.com
9 jam lalu
Cover Berita
Pekanbaru, (ANTARA) - Sebanyak 6.000 penari mempersembahkan Tari Zapin Massal mencatatkan sejarah pada Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) yang diinisiasi oleh Badan Kerja sama Organisasi Wanita (BKOW) Riau di Jalan Gajah Mada, Kota Pekanbaru, Minggu.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto mengatakan kebanggaannya dalam kegiatan yang mengusung tema "Bersatu Dalam Gerak Zapin Lestarikan Budaya Melayu". Hal ini menurutnya bukti Riau tidak pernah goyah meski dihantam badai modernitas.





"Riau memilih jalan yang berbeda. Kita memilih untuk maju tanpa tercerabut, berkembang tanpa meninggalkan akar, dan membangun tanpa mengorbankan nilai," kata SF Hariyanto.





Menurutnya, kemajuan teknologi tidak seharusnya menenggelamkan pusaka moyang, melainkan harus berjalan beriringan. Ia memaknai Tari Zapin sebagai sebuah peradaban yang diterjemahkan ke dalam olah raga dan rasa.





Baginya, Zapin mengajarkan sebuah filosofi hidup yang mendalam, bahwa kebersamaan adalah pondasi yang jauh lebih utama daripada keinginan untuk menonjolkan diri sendiri, dan kecantikan sejati hanya bisa lahir dari keteraturan batin.





SF Hariyanto mengatakan di saat dunia seakan berlomba-lomba mempertontonkan kebebasan yang tanpa sekat, perempuan Melayu Riau justru berdiri tegak menunjukkan kesantunan adalah sebuah kekuatan yang menggetarkan. Itu melalui busana kebaya labuh kekek yang membalut raga para penari perempuan.





"Begitu pula kebaya labuh kekek yang dikenakan hari ini. Di saat dunia berlomba-lomba menampilkan kebebasan tanpa batas, perempuan Melayu Riau justru menunjukkan bahwa kehormatan adalah kekuatan, bukan kelemahan," ungkapnya.





Baca juga: Kwarcab Banyumas catatkan rekor MURI melalui pelantikan Pramuka Garuda



Gubernur memberikan apresiasi setinggi kepada BKOW Provinsi Riau atas dedikasi yang tak terhingga. Pasalnya kegiatan ini tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah.





"Bagi pemerintah daerah, torehan rekor dunia ini bukanlah garis finis, melainkan sebuah titik mula bagi sebuah gerakan kebudayaan yang lebih masif dan berkesinambungan. Angka 6.000 penari itu bukanlah sekadar statistik di atas kertas rekor, melainkan sebuah proklamasi kepada seluruh penjuru Indonesia bahwa Riau menjaga warisan leluhurnya dengan sungguh-sungguh, " sebutnya.

Baca juga: Wagub Lampung: Makan 2.000 alpukat Siger ajang promosi komoditi lokal

Baca juga: BPOM raih rekor MURI untuk produksi baku pembanding terbanyak






Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Iran Chaos! Warga Turun ke Jalan Kutuk Khamenei dan Masjid Dibakar
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
KPK: KPP Madya Jakut Kurangi Biaya Pajak hingga Rekrut PT NBK untuk Buat Skema Fiktif
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
KAI Operasikan Rangkaian Stainless Steel New Generation KA Gajayana dan Parahyangan
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
5 Zodiak Ini Alami Perubahan Besar yang Menguatkan Hidup pada Minggu 11 Januari 2026
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Kerusuhan di Iran Memanas, Trump Ingatkan AS Pantau Situasi dengan Ketat | SAPA PAGI
• 12 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.