Bill Gates: Krisis Iklim tak Bisa Diselesaikan dengan Mekanisme Pasar

republika.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON. Filantropis dan pendiri Microsoft Bill Gates menilai penanggulangan perubahan iklim tidak bisa diserahkan pada insentif pasar. Menurut Bill Gates, dorongan ekonomi yang muncul secara alami dari mekanisme pasar tidak akan cukup untuk menekan laju pemanasan global.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1754473276648-0'); });

“Tanpa pajak karbon global yang besar (yang sayangnya tidak dapat dicapai secara politik), kekuatan pasar tidak memberikan insentif yang memadai bagi penciptaan teknologi untuk menurunkan emisi terkait iklim,” tulis Bill Gates dalam catatan tahunan di blog Gates Notes, Sabtu (10/1/2025).

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Baca Juga
  • Trump Kembali Tarik AS dari Sejumlah Organisasi Iklim Internasional
  • Ancaman Bencana Iklim Kian Nyata, Berpotensi Gerus Pertumbuhan Ekonomi Nasional
  • Pakar Ungkap Ancaman Perubahan Iklim terhadap Sistem Fisik Pesisir

Bill Gates mencatat kenaikan suhu bumi hanya dapat ditahan jika dunia mampu menghasilkan bahan bakar alternatif yang lebih murah. Atas dasar itu, ia memulai Breakthrough Energy satu dekade lalu dan menggelontorkan miliaran dolar untuk mendorong inovasi teknologi rendah emisi.

Dalam sepuluh tahun terakhir, dunia disebut telah mencatat kemajuan dengan memangkas proyeksi emisi global lebih dari 40 persen. Namun, Bill Gates menekankan masih dibutuhkan inovasi lanjutan dan peningkatan skala di sektor-sektor yang sulit ditekan emisinya, seperti industri berat dan penerbangan.

'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}

“Kebijakan pemerintah di negara-negara kaya tetap krusial karena jika inovasi tidak mencapai skala (yang dibutuhkan), biayanya tidak akan turun dan kita tidak akan mencapai dampak yang dibutuhkan,” kata Bill Gates.

Ia memperingatkan bahwa kegagalan membatasi pemanasan global akan membuat perubahan iklim bergabung dengan kemiskinan dan penyakit menular sebagai sumber penderitaan besar, terutama bagi masyarakat termiskin. Bahkan dalam skenario terbaik, suhu bumi diperkirakan tetap meningkat sehingga dunia harus terus berinovasi untuk menekan dampak negatifnya.

Menurut Bill Gates, upaya adaptasi iklim menjadi kunci, termasuk membantu petani di negara-negara miskin dengan benih yang lebih baik serta pendampingan agar tetap produktif di tengah perubahan iklim. Ia optimistis teknologi kecerdasan artifisial dapat memberikan saran yang lebih akurat terkait cuaca, harga, penyakit tanaman, dan kondisi tanah dibandingkan yang diterima petani terkaya saat ini.

Bill Gates menyebut yayasannya telah berkomitmen sebesar 1,4 miliar dolar AS untuk mendukung petani yang berada di garis depan cuaca ekstrem. “Saya akan berinvestasi dan menyumbangkan dana untuk kerja-kerja iklim lebih banyak dari sebelumnya pada tahun-tahun mendatang, sambil terus meningkatkan dukungan untuk kesehatan anak-anak, yang merupakan prioritas utama yayasan,” kata Bill Gates.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1676653185198-0'); });

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Aston Villa ke putaran empat Piala FA setelah taklukkan Tottenham 2-1
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Kebakaran Hutan di Australia Menghanguskan Lebih dari 300.000 Hektar,  Victoria Mendeklarasikan Keadaan Darurat
• 6 jam laluerabaru.net
thumb
Chef Ungkap Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Bikin BBQ di Rumah
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Yaqut Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji, PBNU Tegaskan Tak Ikut Campur
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Melonguane Sulut
• 23 jam laluidntimes.com
Berhasil disimpan.