Moms, Anda sedang hamil dan sangat ingin makan durian? Ya, di musim durian seperti saat ini, wajar jika kita ingin makan durian, karena buah tersebut sedang banyak dijual di mana-mana. Baik di toko buah, di pasar, hingga di pinggir jalan begitu banyak orang menjual durian.
Buah dengan aroma khas yang kuat ini memang sangat menggoda selera bagi yang menyukainya. Sebaliknya, bagi yang tidak suka, biasanya mencium aroma durian sedikit saja bisa membuatnya mual dan muntah.
Lantas, bagaimana dengan ibu hamil? Amankah makan durian?
Boleh Tidaknya Ibu Hamil Makan DurianMengutip riset yang dipublikasikan di Universiti Teknologi Malaysia (UTM), ibu hamil sebenarnya boleh-boleh saja kok, makan durian asalkan dalam jumlah terbatas, ya! Sebenarnya belum ada patokan persis berapa banyak konsumsi durian yang aman untuk ibu hamil. Namun peneliti UTM menyarankan rata-rata 100-200 gram per porsi (sekitar 2-3 biji) dan tidak dianjurkan mengkonsumsi setiap hari.
Durian sebetulnya mengandung nutrisi yang dibutuhkan selama kehamilan, seperti folat, kalium, serat, dan vitamin C. Namun, buah yang kerap dijuluki sebagai Raja Buah ini mengandung gula alami dan kolesterol tinggi. Sehingga konsumsinya perlu dibatasi, terutama bagi ibu hamil dengan riwayat diabetes gestasional dan obesitas.
Risiko Ibu Hamil Makan Durian BerlebihanMeskipun banyak mitos yang tidak terbukti ilmiah (mis. durian menyebabkan kontraksi atau keguguran langsung), berikut risiko yang secara lebih logis dan medis diperhatikan:
Peningkatan gula darah
Durian tinggi gula dan energi → dapat menyebabkan lonjakan gula darah, yang pada ibu hamil berisiko:
• Diabetes gestasional,
• Kenaikan berat badan ibu dan janin yang tidak ideal.
Berat janin besar
Produksi insulin berlebihan pada janin akibat gula darah ibu tinggi dapat menyebabkan janin lebih besar dari normal dan meningkatkan komplikasi persalinan.
Gangguan pencernaan
Serat durian tinggi bisa menyebabkan gas atau konstipasi bila dikonsumsi berlebihan.
Selain itu, makan 'buah panas' seperti durian saat hamil sering kali disebut dapat menimbulkan cacat janin. Tapi ternyata hal itu tidak terbukti kebenarannya, Moms.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469098/original/049577600_1768058514-Ketum_PDIP_Megawati_Soekarnoputri.jpg)


