Bagaimana Penyebaran Kasus Superflu di Indonesia?

kompas.id
11 jam lalu
Cover Berita

Hingga 1 Januari 2026, Kementerian Kesehatan mencatat 62 kasus influenza A subklad K atau superflu di Indonesia. Varian ini telah terdeteksi sejak Agustus 2025 dan menyebar di delapan provinsi. Mayoritas kasus ditemukan pada perempuan dan anak-anak. Dari puluhan kasus tersebut, satu pasien dengan penyakit penyerta di Jawa Barat dilaporkan meninggal.

Superflu pada dasarnya merupakan influenza yang gejalanya bisa berlangsung lebih lama dan berpotensi menimbulkan sesak napas, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis.

Sebagian besar kasus bersifat ringan dan dapat sembuh dengan istirahat, gizi seimbang, serta isolasi mandiri. Pencegahan dilakukan melalui perilaku hidup bersih dan sehat, penggunaan masker saat perlu, serta vaksinasi influenza tahunan.

Beberapa informasi yang akan Anda dapatkan dari artikel ini adalah:
  1. Bagaimana penyebaran kasus superflu di Indonesia?
  2. Siapa yang berisiko tinggi terinfeksi superflu?
  3. Bagaimana langkah efektif untuk mencegah dan menangani superflu?
  4. Bisakah vaksin flu mencegah penularan superflu?
Bagaimana penyebaran kasus superflu di Indonesia?

Per 1 Januari 2026, sebanyak 62 kasus influenza A subklad K atau yang dikenal dengan superflu telah ditemukan di Indonesia. Berdasarkan hasil pemeriksaan Kementerian Kesehatan, varian influenza tersebut telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025.

Kasus influenza tersebut tersebar di delapan provinsi. Tiga provinsi dengan jumlah kasus terbanyak adalah Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Sebagian besar kasus influenza A tersebut ditemukan pada perempuan dan kelompok usia anak. Dari 843 spesimen positif influenza, sebanyak 348 sampel menjalani pemeriksaan whole genome squencing (WGS). Seluruh varian yang terdeteksi merupakan varian yang dikenal dan bersirkulasi secara global.

Dari puluhan kasus influenza tersebut, satu pasien di Jawa Barat telah meninggal. Pasien yang diketahui memiliki penyakit penyerta stroke, jantung, dan infeksi ini merupakan satu dari 10 pasien influenza A subklad K atau superflu yang dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, pada September-November 2025.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Barat, hingga Sabtu (10/1/2026), belum ada kasus baru superflu yang dilaporkan pada awal tahun ini.

Baca JugaWaspada, Satu Pasien Superflu di Bandung dengan Komorbid  Meninggal
Siapa yang berisiko tinggi terinfeksi superflu?

Masyarakat rentan terpapar superflu jika memiliki daya tahan tubuh yang rendah, seperti anak-anak termasuk balita, kelompok lanjut usia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta, seperti hipertensi, diabetes, dan jantung.

Penyakit flu pada dasarnya bisa sembuh sendiri jika daya tahan tubuh baik. Namun, diperlukan kehatian-hatian bagi kelompok masyarakat dengan daya tahan tubuh yang rendah.

Influenza A subklad A sebenarnya penyakit flu biasa, tetapi gejalanya dirasakan lebih lama, bisa mencapai sebulan. Selain itu, gejalanya tidak hanya demam, batuk, dan pilek. Ada indikasi sesak napas bagi penderita superflu.

Influenza jenis ini sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya. Warga yang terpapar influenza A ini harus beristirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, dan menjalani isolasi mandiri di rumah.

Baca JugaPascalibur Tahun Baru, Ada Potensi Superflu Merebak di Yogyakarta
Bagaimana langkah efektif untuk mencegah dan menangani superflu?

Langkah pencegahan paling utama yakni memperkuat protokol kesehatan individu dan perilaku hidup bersih sehat (PHBS). Warga diimbau agar rajin cuci tangan, mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, serta memakai masker di tempat kerumunan atau saat merasa kurang sehat. Masker berfungsi ganda: melindungi diri sendiri dan mencegah penularan pada orang lain.

Upaya perlindungan medis yang sangat disarankan yakni vaksinasi influenza secara rutin setahun sekali. Karena virus influenza terus bermutasi, vaksin perlu diperbarui tiap tahun untuk menyesuaikan dengan varian virus yang diprediksi akan beredar. Vaksinasi ini sangat krusial bagi kelompok berisiko tinggi seperti anak-anak, warga lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit kronis.

Jika gejala muncul, penting untuk segera beristirahat dan tidak memaksakan aktivitas di luar rumah. Saat merasakan gejala-gejala influenza, masyarakat perlu mengonsumsi obat simtomatik untuk meredakan gejala, seperti demam, batuk, dan pilek.

Sebagian besar orang yang tertular virus tersebut mengalami gejala ringan, seperti influenza pada umumnya, misalnya demam, batuk, nyeri otot, rasa lelah, badan menggigil, dan nyeri tenggorokan. Namun, pada kelompok rentan, gejala tersebut bisa memburuk hingga komplikasi, seperti pneumonia.

Apabila kondisi memburuk atau tidak membaik dalam tiga hari, segera periksakan diri ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat. Untuk penanganan medis, terdapat beberapa obat antivirus yang direkomendasikan untuk pengobatan dini sesuai anjuran tenaga medis.

Baca JugaMengenal Superflu yang Mudah Menular
Bisakah vaksin flu mencegah penularan superflu?

Vaksin influenza memang tidak bisa menjamin seseorang bisa terbebas dari risiko penularan infeksi influenza subklad K. Namun, pemberian vaksin influenza tetap dianjurkan.

Vaksin influenza dapat mencegah risiko infeksi berat akibat penularan. Selain itu, risiko perawatan di rumah sakit hingga komplikasi juga bisa dicegah.

Vaksinasi merupakan cara paling efektif untuk menekan risiko keparahan akibat superflu. Sifat virus influenza yang terus bermutasi membuat perbaruan vaksin perlu dilakukan secara rutin.

Setidaknya vaksin influenza bisa didapatkan setiap satu tahun sekali. Dengan begitu, kekebalan tubuh yang terbentuk tetap relevan dengan strain atau jenis virus yang sedang bersirkulasi di lingkungan.

Vaksin influenza dapat diberikan kepada masyarakat mulai dari anak usia 6 bulan hingga kelompok lansia. Namun, berdasarkan rekomendasi Kementerian Kesehatan, vaksin influenza sangat disarankan untuk diberikan kepada kelompok rentan, seperti warga lansia, ibu hamil, tenaga kesehatan, dan orang dengan penyakit kronis.

Baca JugaVaksin Influenza Efektif Cegah Infeksi Berat akibat Superflu

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dirundung di Medsos Usai Pecah Kongsi dengan Nikita Mirzani, Fitri Salhuteru Maafkan Haters, Ini Alasannya
• 20 jam lalugrid.id
thumb
Dasco telepon Prabowo hubungkan ke Purbaya saat rapat bencana di Aceh
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Bagaimana Jabodetabek Mengatasi Persoalan Sampah?
• 16 jam lalukompas.id
thumb
Vdieo: Trump Mau Ambil Greenland Dari Denmark, Apa Efek Buruknya?
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Persib Bungkam Persija, Wali Kota Imbau Bobotoh Rayakan dengan Tertib
• 7 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.