Bupati Gowa Turun Pantau Banjir, Soroti Sumbatan Sampah di Drainase

mediaindonesia.com
11 jam lalu
Cover Berita

BUPATI Gowa, Sitti Husniah Talenrang, blusukan ke titik-titik rawan banjir di Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Tinjauan langsung ini membongkar penyebab utama genangan, karena drainase tersumbat sampah menumpuk.

Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya identifikasi masalah sekaligus penegasan komitmen penanganan banjir secara kolaboratif dan berkelanjutan.

Di lokasi pertama, Poros Perbatasan Sungguminasa-Makassar di Jalan Sultan Hasanuddin, Bupati menemukan fakta saluran drainase tersumbat oleh timbunan sampah. 

“Kita cek langsung ke dalam, ternyata sampahnya sangat banyak dan bertumpuk. Inilah yang menyebabkan pusat Sungguminasa sering tergenang,” ujar Talenrang tegas.

Ia menekankan, kehadiran pemerintah di lapangan bertujuan mengurai masalah secara menyeluruh. “Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. Kalau kita ingin Gowa aman dari banjir, saluran air harus dijaga bersama,” tegasnya. 

Menurutnya, kerja sama antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama mencegah terulangnya banjir.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Gowa, Rusdy Alimuddin, yang mendampingi Bupati, menyebut ada beberapa titik prioritas penanganan, yaitu depan Kantor Satpol PP, depan Kantor Damkar, Batas Kota Sungguminasa-Makassar, dan Manggarupi. “Semua sudah mendapat instruksi langsung dari Ibu Bupati untuk segera ditangani,” jelasnya.

Rusdy menambahkan, timnya telah bekerja menangani genangan, dan pada Senin (12/1) akan diterjunkan tim lebih besar untuk membersihkan serta mengangkut sedimen dari drainase. 

Penanganan ini juga akan berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk penyediaan armada pengangkut sampah ke TPA. “Kesadaran masyarakat sangat penting. Jangan buang sampah sembarangan, itu penyebab utama saluran tersumbat,” pesannya.

Di sisi lain, Bupati juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul prakiraan BMKG tentang potensi curah hujan tinggi pada Dasarian II Januari 2026 (11–20 Januari). Beberapa kecamatan seperti Parangloe, Pattallassang, Somba Opu, dan Tinggimoncong masuk kategori waspada hingga awas.

“Kami minta masyarakat pantau informasi cuaca, hindari daerah rawan longsor dan bantaran sungai saat hujan deras, serta bersihkan saluran drainase di lingkungan masing-masing,” imbau Talenrang. 

Ia juga meminta BPBD, camat, lurah, dan kepala desa meningkatkan kesiapsiagaan dan pemantauan wilayah. (H-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Minat Baca Rendah, Penjualan Buku Fisik Terus Menurun
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kumpulan Kata Kata Perpisahan Teman Kerja Paling Berkesan
• 17 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Bapanas Perpanjang Penyaluran Beras SPHP hingga Akhir Januari
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
Dominasi di SEA Games 2025, Atlet Jatim Jadi Kunci Prestasi Bulu Tangkis Indonesia
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Detik-Detik Mobil Taksi Listrik Tabrak Kaca Restoran di Tangerang | SAPA PAGI
• 18 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.