Jakarta, VIVA – Media sosial dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan seorang warga negara asing (WNA) pria diduga melakukan aksi eksibisionisme di kawasan Taman Literasi, Blok M, Jakarta Selatan.
Aksi tak senonoh itu memicu keresahan warga dan langsung ditindaklanjuti kepolisian dengan mengecek tempat kejadian perkara (TKP). Salah satunya diposting akun Instagram @kabarjakarta24.
Dalam video viral tersebut, terlihat seorang petugas keamanan menghampiri WNA yang diduga menjadi pelaku. Saat ditegur, pria itu terdengar berbicara menggunakan bahasa asing. Aksi itu disebut bukan kali pertama dilakukan.
"Ini udah dua kali. Soalnya orang kayak gitu bahaya Pak, dia manggil-manggil tadi, ssttt sssttt gitu, terus ngeluarin burungnya," demikian dikutip dari akun tersebut, Minggu, 11 Januari 2026.
Alih-alih menunjukkan penyesalan, WNA itu justru terlihat berusaha membela diri sambil memperagakan posisi celananya. Bahkan, ia melontarkan kalimat bernada merendahkan. Polisi pun angkat bicara.
Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Kebayoran Baru, Komisaris Polisi Suparmin, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia memastikan kejadian berlangsung pada Sabtu, 10 Januari 2026, di kawasan Taman Literasi, Blok M, Jakarta Selatan.
Berdasarkan keterangan saksi, pelaku mengaku melakukan perbuatan tersebut karena merasa tidak nyaman dengan kondisi cuaca di Indonesia.
"Keterangan dari saksi, saksi menanyakan ke pelakunya alasan mengapa melakukan perbuatan tersebut. Alasannya cuacanya di Indonesia sangat panas dan membuat gatel dari leher sampai bawah gitu," kata Kompol Suparmin.
Namun, sebelum aparat kepolisian tiba di lokasi, WNA tersebut diketahui sudah meninggalkan area taman. Saat itu, pihak keamanan hanya mengusir pelaku tanpa meminta identitas atau nomor kontak.
"Jadi sama security cuma diusir, nggak diminta nomor teleponnya, lain kali sudah kita imbau kalau ada begitu telepon dulu ke kita ke Polsek biar kita dateng dari pihak kepolisian," ujar dia.
Polisi pun mengingatkan masyarakat dan pihak keamanan setempat agar tidak ragu melapor jika kejadian serupa kembali terjadi, demi mencegah aksi berulang oleh pelaku yang sama.
"Iya (korban) kita imbau (melapor) kalau emang ini lapor kan biar nanti ada kejadian yang sama atau apa tersangkanya sama berarti udah berapa kali kan," ucapnya.


