EtIndonesia. Israel pada Kamis (8 Januari) melancarkan beberapa serangan udara ke Jalur Gaza, sedikitnya menewaskan 11 warga Palestina. Sasaran serangan udara tersebut meliputi sejumlah militan Hamas, lokasi peluncuran roket, serta apa yang disebut sebagai “infrastruktur teroris”.
Sebelumnya, sebuah roket ditembakkan dari Kota Gaza ke arah Israel, namun tidak mengenai sasaran dan justru jatuh di dekat sebuah rumah sakit di Gaza. Militer Israel pun menuduh Hamas telah melanggar perjanjian gencatan senjata.
Perjanjian gencatan senjata Gaza yang dicapai pada Oktober tahun lalu hingga kini masih berada pada tahap pertama.
Saat itu, pertempuran berskala besar dihentikan, Israel menarik pasukannya dari kurang dari setengah wilayah Gaza, sementara Hamas membebaskan sandera sebagai imbalan atas pembebasan warga Palestina yang ditahan dan para tahanan.
Pejabat Israel menyatakan bahwa sebelum Hamas mengembalikan jenazah terakhir warga Israel yang masih ditahan, Israel tidak akan memasuki tahap berikutnya dari gencatan senjata, serta tidak akan membuka perlintasan Rafah yang menghubungkan Gaza dengan Mesir.
Meski kedua belah pihak saling menuduh melanggar kesepakatan, Trump menyatakan harapannya agar perjanjian dapat memasuki tahap kedua, yang akan mencakup pelucutan senjata Hamas, penarikan pasukan Israel lebih lanjut, serta pembentukan “Komite Perdamaian Gaza” untuk membantu rekonstruksi Gaza.
Mantan Utusan PBB Timur Tengah Bertemu Petinggi Palestina–Israel untuk Mendorong Gencatan SenjataMantan utusan khusus PBB untuk Timur Tengah, Nickolay Mladenov, yang diperkirakan akan mewakili komite tersebut dalam operasinya di lapangan, pada Jumat bertemu dengan pejabat tinggi Otoritas Palestina Hussein al-Sheikh di Ramallah. Keduanya membahas “situasi Gaza, cara mendorong tahap kedua, serta bagaimana melaksanakan rencana Trump”.
Menurut seorang pejabat AS, Trump diperkirakan akan mengumumkan daftar anggota komite tersebut bulan ini, bahkan paling cepat bisa dilakukan minggu depan.
Mladenov pada Kamis juga bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan sejumlah penasihat senior di Yerusalem. Kantor Netanyahu kembali menegaskan posisi Israel: Hamas harus dilucuti persenjataannya, Gaza harus didemiliterisasi, sejalan dengan rencana Trump. (Hui)
Laporan oleh reporter New Tang Dynasty Television, Liu Jiajia, Amerika Serikat.


