Gubernur Pramono Luruskan Soal Anggaran Rp100 Miliar untuk Pembongkaran Monorel

republika.co.id
16 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meluruskan informasi terkait alokasi anggaran sebesar Rp 100miliar untuk pembongkaran tiang monorel mangkrak di area Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Ia menegaskan, dana tersebut tidak semata-mata digunakan untuk membongkar tiang beton monorel, melainkan juga untuk perbaikan dan penataan jalan secara menyeluruh.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1754473276648-0'); });

Pemrpov Jakarta akan memperbaiki jalan dan juga trotoar. Ada juga perapian dan pekerjaan penataan lainnya.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Baca Juga
  • Biaya Bongkar Tiang Monorel Rp100 Miliar Dikritik, Pengamat: tak Lebih Dari Rp300 Juta
  • Tiang Monorel Mangkrak di Jakarta Dibongkar, Legislator Ingatkan Potensi Pelanggaran Hukum
  • Pembongkaran Tiang Monorel Diperkirakan Sampai 3 Bulan, Aspek Keamanan dan Potensi Kemacetan Disorot

"Biaya keseluruhan untuk memperbaiki Jalan Rasuna Said itu angkanya Rp100 miliar. Jadi bukan hanya bongkar, kalau bongkar kecil bangetlah,” kata Pramono di TPU Karet Bivak, Jakarta, Ahad (11/1/2026).

Pramono menjelaskan, pembongkaran tiang monorel yang direncanakan mulai Rabu (14/1/2025) menjadi salah satu prioritas pemerintahannya. Langkah tersebut, kata dia, juga merupakan tindak lanjut atas permintaan gubernur DKI Jakarta terdahulu, Sutiyoso atau yang akrab disapa Bang Yos.

'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}

Bahkan, Pramono berencana mengundang Bang Yos untuk menyaksikan langsung proses pembongkaran tersebut. Ia menilai, monorel yang terbengkalai selama bertahun-tahun menjadi beban tersendiri bagi mantan gubernur DKI Jakarta itu.

“Minggu depan ini monorel yang sudah dibangun dari tahun 2004, kita bongkar. Saya berharap Bang Yos bisa lebih nyenyak tidurnya karena monorel menjadi beban pribadi beliau. Maka, nanti minggu depan ini saya akan undang Bang Yos untuk hadir supaya monorel itu kita bersihkan jalannya, kita rapikan,” ujar Pramono.

Pembangunan tiang beton monorel di kawasan Rasuna Said dimulai pada 2004, pada masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Proyek tersebut saat itu diresmikan langsung oleh Presiden Megawati Soekarnoputri sebagai salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di ibu kota.

Namun, pembangunan monorel terhenti pada 2007 akibat persoalan pendanaan dan aset. Proyek ini sempat diupayakan kembali pada era Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pada 2013, tetapi kembali gagal dilanjutkan karena sengketa antarpihak perusahaan yang terlibat.

Akibatnya, tiang-tiang beton monorel dibiarkan mangkrak selama bertahun-tahun dan mengganggu estetika serta fungsi ruang kota. Di era kepemimpinan Pramono Anung, tiang-tiang tersebut akhirnya akan dibongkar sebagai bagian dari penataan kawasan dan perbaikan infrastruktur Jalan Rasuna Said.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
Advertisement
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1676653185198-0'); });

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
• 16 jam lalusuara.com
thumb
Prakiraan Cuaca DKI Jakarta Hari Senin: Hujan Ringan Sepanjang Hari
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Rupiah Hadapi Beban Berat di 2026, Dolar Bisa di Atas Rp16.800
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Trump Tarik AS dari 66 Lembaga Internasional yang Berupaya Selamatkan Bumi
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Boiyen Bongkar Sifat Asli Syifa Hadju Saat Ditawari Jadi Bridesmaid Pakai Dress di Bawah Rp1 Juta
• 4 menit laluinsertlive.com
Berhasil disimpan.