Bisnis.com, JAKARTA — Perum Bulog mengusulkan agar beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di pasaran bisa dijual lebih dari 2 kemasan alias pak.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa usulan ini menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan realisasi penyaluran beras SPHP pada 2026. Target penyaluran beras SPHP mencapai 1,5 juta ton.
“Kita akan lebih mudahkan, mungkin kami akan lebih fleksibel, khususnya dengan jumlah kuantitasnya nanti. Karena kalau dulu satu orang hanya bisa beli dua pak, mungkin sekarang juga ditambah,” kata Rizal dalam konferensi pers di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta Selatan, Minggu (11/1/2026).
Menurut Rizal, langkah ini diharapkan dapat mendongkrak perputaran penjualan beras SPHP yang selama ini dibatasi dua pak per kepala.
Namun demikian, dia menyampaikan bahwa konsep ini baru akan diajukan kepada Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman.
Dia kemudian menjelaskan bahwa beras SPHP akan disalurkan secara penuh sepanjang tahun ini, berbeda dengan penyaluran pada 2025 yang terbagi ke dalam beberapa periode.
Baca Juga
- Bulog Ubah Skema Penyaluran Beras SPHP 2026, Target 1,5 Juta Ton Sepanjang Tahun
- Zulhas: 52.400 Ton SPHP Jagung Diperpanjang hingga Januari 2026
- Harga Pangan Jumat (28/11): Beras Premium hingga SPHP Turun
Menurutnya, skema itu pula yang membuat Perum Bulog tak optimal menyalurkan beras SPHP pada tahun lalu. Realisasi penyaluran beras SPHP Bulog pada 2025 pun hanya berkisar 802.939 ton dari target 1,5 juta ton.
“Jauh dari target karena kepotong-potong. Januari sampai Maret penjualan, terus awal April berhenti, Agustus baru jualan lagi. Ke depan, penjualan SPHP ini berjalan sepanjang tahun dari Januari sampai Desember [2026], jadi tidak ada yang terputus,” ujar purnawirawan TNI berpangkat Letjen ini.
Berdasarkan catatan Bisnis, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyatakan ritel modern membatasi pembelian beras SPHP maksimal 2 kemasan per orang.
Ketua Umum Aprindo Solihin mengatakan, pembatasan beras SPHP ini dilakukan agar bisa terdistribusi secara merata kepada masyarakat.
“Kalau untuk Bulog, saya batasi hanya dua pieces. Untuk beras yang ditugasi oleh Bulog ya, [beras] SPHP,” kata Solihin saat ditemui seusai acara Indonesia Shopping Festival (ISF) 2025 di Lippo Mall Nusantara, Jakarta, Kamis (14/8/2025).





