Perang Dunia 3 Sudah Meledak, Banyak Orang Tak Sadar Tanda-Tandanya

cnbcindonesia.com
9 jam lalu
Cover Berita
Foto: AP/

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah pakar menilai Perang Dunia III (PD3) sejatinya sudah terjadi, meski wujudnya tidak lagi berupa konflik militer terbuka seperti pada era Perang Dunia II. Menurut ahli, perang global kini berlangsung secara tidak kasat mata dan menjalar ke berbagai ranah dengan pola yang lebih tersembunyi.

Pandangan ini disampaikan oleh peneliti Institut Ekonomi Dunia dan Hubungan Internasional Rusia sekaligus anggota Dewan Urusan Internasional Rusia (RIAC), Dmitry Trenin.


Baca: Israel Akui Agen Intelijennya Mulai Beroperasi di Iran

"Perang dunia telah dimulai. Hanya saja, tidak semua orang menyadarinya," ujar Trenin dalam analisis terbarunya yang pertama kali diterbitkan oleh majalah Profile, seperti dikutip RT beberapa waktu lalu.

Trenin menilai bahwa fase pra perang global bagi Rusia dimulai sejak 2014, bagi China sejak 2017, dan bagi Iran sejak 2023.

Dalam pandangannya, sejak saat itu dunia telah memasuki babak konflik baru yang semakin intensif. Bentuknya bukan sekadar adu kekuatan militer, melainkan konflik menyeluruh yang mencakup sabotase ekonomi, agitasi sosial, serta destabilisasi internal negara-negara lawan.

Baca: Ternyata! Rusia dan China yang Bikin Trump Gerak Cepat Rebut Greenland

Trenin juga menyoroti keterlibatan langsung negara-negara NATO, seperti Inggris dan Prancis, dalam serangan terhadap target Rusia melalui dukungan mereka kepada Ukraina. "Ukraina hanyalah alat. Brussels sedang mempersiapkan perang yang lebih luas," katanya.

Ia menilai perang global ini dipicu oleh ketakutan Barat terhadap kebangkitan kekuatan baru seperti Rusia dan China, yang dianggap sebagai ancaman terhadap dominasi geopolitik dan ideologi Barat.

"Ini bukan sekadar pertarungan geopolitik, ini adalah perang eksistensial bagi Barat. Globalisme tidak mentolerir alternatif," ujarnya.

Trenin mendorong Rusia untuk tidak lagi bersikap defensif. Ia menekankan pentingnya mobilisasi nasional yang cerdas, penguatan sektor teknologi, ekonomi, hingga demografi, serta konsolidasi dengan mitra strategis seperti Belarus dan Korea Utara. Dalam analisisnya, kerapuhan dalam kesatuan Uni Eropa harus menjadi celah taktis bagi Rusia.

Ia juga menyebut bahwa kembalinya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke Gedung Putih memberi ruang taktis untuk mengurangi tekanan militer AS terhadap Rusia, namun mengingatkan bahwa kebijakan luar negeri AS tetap pada dasarnya bersifat konfrontatif.

Dalam pernyataan yang lebih tajam, Trenin bahkan menyebut bahwa jika eskalasi tak dapat dihindari, maka Rusia harus siap melakukan serangan preemptif, termasuk dengan senjata nuklir jika diperlukan.

"Pencegahan harus aktif. Jika perlu, kita harus siap menggunakan cara khusus dengan kesadaran penuh akan konsekuensinya," kata dia.

Menurutnya, kemenangan dalam konflik ini tidak diukur dari pendudukan wilayah, melainkan dari keberhasilan menggagalkan rencana musuh. Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa perang saat ini mencakup seluruh lini: dari militer hingga narasi informasi.

"Waktu untuk ilusi telah berakhir. Kita berada dalam perang dunia. Satu-satunya jalan ke depan adalah melalui tindakan yang berani dan strategis," tutup Trenin.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:
Negara Terancam Jadi "Tuan Rumah" PD 3 - Demo Buruh di Istana dan DPR

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
• 10 jam lalusuara.com
thumb
Minat Baca Rendah, Penjualan Buku Fisik Terus Menurun
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Momen Prananda dan Puan Kompak Cium Pipi Megawati saat Penutupan Rakernas PDIP
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Rokid dan Ant International Umumkan Integrasi Fitur Pembayaran Kacamata Pintar
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Bukan Tanggal Biasa! Ini Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional yang Diperingati Setiap 11 Januari
• 20 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.