Jakarta: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebutkan belum masyarakat yang terindikasi terinfeksi penyakit super flu di wilayah Jakarta. Super flu adalah varian influenza A H3N2 subkelas K yang mudah menular dan menimbulkan gejala lebih berat.
"Jadi untuk super flu sampai hari ini belum ada kasusnya di Jakarta," kata Pramono di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, dilansir dari Antara, Minggu, 11 Januari 2026.
Dia mengimbau masyarakat untuk menerapkan upaya preventif melalui vaksinasi, meskipun belum ada penularan virus tersebut di Jakarta.
"Saya sudah berkali-kali menyampaikan kepada Ibu Kepala Dinas Kesehatan, Bu Ani, untuk melakukan preventif, persiapan. Bagi masyarakat yang ingin divaksin, memang vaksinnya masih berbayar karena memang belum menjadi program dari pemerintah pusat," ujar dia.
Dia berharap Jakarta terbebas dari kasus super flu. "Jadi sekali lagi, untuk super flu sampai hari ini, Jakarta belum ditemukan dan mudah-mudahan tidak ditemukan," kata dia. Belum Ada Vaksin
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan belum tersedia vaksin khusus super flu. Namun, kata dia, masyarakat bisa menggunakan vaksin influenza untuk antisipasi.
“Sebenarnya tidak ada khusus vaksin super flu tapi kita memang ada vaksin influenza. Vaksin influenza ini sudah lama ada dan bisa diberikan,” jelas Ani.
Ilustrasi. Dok. Medcom
Baca Juga: Belum Ada Kasus Super Flu di Tangerang, Dinkes Minta Masyarakat Tetap Waspada
Ani menjelaskan pemberian vaksin tersebut belum masuk dalam program pemerintah. Sehingga, masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin influenza akan dikenakan biaya.
"Tapi memang dia belum program vaksin. Jadi, artinya masih berbayar. Tapi masyarakat bisa mendapatkan vaksin influenza ini di faskes-faskes termasuk di RSUD kami,” kata Ani. Bukan Virus Baru
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan super flu bukan virus baru. Jenis influenza ini telah dikenal selama puluhan tahun.
"Super flu itu sebenarnya influenza A istilahnya. Ini sudah ada puluhan tahun, nama virusnya H3N2, itu sudah ada puluhan tahun cuma ini varian baru," ujar Budi di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, Kamis, 8 Januari 2026.
Dia mengatakan super flu berbeda dengan covid-19 yang merupakan virus baru. Virus influenza telah lama dikenal, maka daya tahan tubuh manusia terhadap virus tersebut sudah terbentuk.
"Kalau Covid itu virus baru, jadi daya tahan tubuh kita belum ada karena enggak kenal. Kalau super flu ini, imunitas tubuh kita sudah kenal," kata dia.
/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2025%2F12%2F30%2F7ce1a943-dc90-448e-8699-96cb10a0e16d.jpg)
