WAKIL Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan bersama Artha Graha Peduli (AGP) mengunjungi warga terdampak banjir dan longsor di Desa Seunebok Saboh, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Minggu (11/1/2026).
Kunjungan ini menjadi wujud kepedulian sekaligus upaya mendorong pemulihan masyarakat pascabencana melalui penguatan peran perempuan dan ketahanan pangan keluarga.
Di hadapan para ibu penyintas bencana, Veronica Tan menekankan pentingnya peran perempuan sebagai fondasi ketangguhan keluarga di tengah situasi darurat.
“Di sini saya melihat ibu-ibu yang tangguh menghadapi bencana dan longsor. Jika ibu-ibunya tangguh, maka anak-anak pun akan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh,” ujar Veronica Tan saat berdialog dengan warga.
Dalam kesempatan tersebut, Wamen PPPA juga mengajak para ibu untuk memanfaatkan microgreen sebagai sumber pangan sehat dan cepat panen. Tanaman ini dapat dipanen dalam waktu sekitar empat hari dan dinilai mampu menjadi alternatif makanan bergizi bagi anak-anak, terutama di tengah keterbatasan pascabencana, sehingga tidak bergantung pada makanan cepat saji. “Saya yakin, dengan pangan lokal yang dikelola oleh ibu-ibu, kebutuhan gizi keluarga bisa tetap terpenuhi,” tambahnya.
Selain bertemu warga, rombongan turut meninjau Posko Dapur Umum Kearifan Lokal Serikat Inong Aceh, sekaligus mengecek langsung operasional dapur umum, fasilitas MCK, serta sumur bor yang menjadi sumber air bersih bagi masyarakat terdampak. Kehadiran berbagai pihak ini menjadi bentuk sinergi dalam memastikan penanganan pascabencana berjalan dengan baik dan menyentuh kebutuhan dasar warga.
Relawan Artha Graha Peduli yang terjun langsung di lokasi turut memberikan pendampingan kepada masyarakat, dengan perhatian khusus pada peran dan kreativitas perempuan sebagai penopang ketahanan keluarga di masa pemulihan.
PIC Lapangan Kegiatan Kebencanaan Artha Graha Peduli, Agus Tanopa, menyampaikan bahwa kehadiran AGP di wilayah terdampak bencana tidak sebatas penyaluran bantuan darurat, tetapi juga mendukung proses pemulihan jangka panjang.
“Artha Graha Peduli hadir langsung di tengah masyarakat terdampak untuk memastikan bantuan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan. Kami percaya, pemulihan pascabencana tidak hanya soal logistik, tetapi juga tentang pemberdayaan, terutama peran perempuan dalam menjaga ketahanan keluarga,” kata Agus Tanopa.
Melalui pendekatan berbasis komunitas dan kearifan lokal, Artha Graha Peduli berharap upaya penanganan bencana di Aceh Timur dapat memberikan dampak berkelanjutan, tidak hanya dalam pemulihan fisik, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan keluarga di tengah masyarakat. (H-2)



