PBSI Akhirnya Buka Suara soal Perombakan di Sektor Ganda Putri: Sudah Tidak Bisa Lagi Diteruskan...

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - PBSI akhirnya buka suara soal perombakan di sektor ganda putri.

Seperti diketahui, pada pertengahan Desember lalu PBSI mengumumkan dua pasang ganda putri baru.

PBSI umumkan dua racikan baru ganda putri Indonesia
Sumber :
  • PBSI

Siti Fadia Silva Ramadhanti yang sebelumnya berpasangan dengan Apriyani Rahayu kini diduetkan dengan Amalia Cahaya Pratiwi.

Sementara Apriyani diputuskan untuk berpasangan dengan Lanny Tria Mayasari.

"Siti Fadia Silva Ramadhanti akan berpasangan dengan Amallia Cahaya Pratiwi,sedangkan Apriyani Rahayu bermain bersama Lanny Tria Mayasari," tulis pernyataan PBSI dalam unggahan di media sosial pada Desember lalu.

Keputusan ini ternyata diambil lewat perhitungan yang cukup. Karel Mainaky selaku pelatih ganda putri PBSI mengatakan perombakan ini terjadi lewat evaluasi dari penampilan para pemain sebelumnya.

"Kami sudah memberikan kesempatan beberapa pertandingan kepada Apri/Fadia dan Lanny/Tiwi tapi hasilnya belum memuaskan dan saya kira sudah tidak bisa lagi diteruskan," ujar Karel Mainaky dari keterangan resmi PBSI.

"Sebagai pelatih saya harus cepat mengambil keputusan jadi saya kembali putar menjadi Fadia/Tiwi dan Apri/Lanny," lanjutnya.

"Pertimbangannya Fadia lebih membutuhkan yang punya power di belakang dan Tiwi punya kelebihan itu sementara Apri sekarang membutuhkan pasangan yang bisa rotasi dan juga punya power, Lanny saya rasa bisa mengisi pos tersebut," tegasnya.

PBSI umumkan dua racikan baru ganda putri Indonesia
Sumber :
  • PBSI

Dua ganda putri anyar tersebut bakal menjalani debut dalam ajang Indonesia Masters 2026.

Harapannya tentu dua pasangan baru ini bisa membuktikan diri dan mengejar progres ganda putri lain.

"Untuk pertandingan pertama setidaknya di Daihatsu Indonesia Masters 2026 nanti, harapan saya ya mereka bisa menyamai atau bahkan kalau bisa melebihi dua pasangan lainnya yang sudah lumayan progress-nya, Ana/Trias dan Rachel/Febi," kata Karel menambahkan.

"Jadi persaingannya bisa lebih bagus, untuk mau tembus ke atas lagi. Kalau dalam sini ada persaingan yang lebih ketat akan mendukung untuk bisa tembus lagi ke atas," tukasnya.

(aes)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kisah Penumpang KRL: Rempeyek Pesanan Bos Hampir Hilang, Akhirnya Kembali
• 14 jam lalukompas.com
thumb
11 Jembatan Bailey di Aceh Sudah Rampung 100%, 15 Titik Lain Masih Dikebut
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Mendagri Dorong Revitalisasi Sawah Terdampak Bencana di Gayo Lues
• 8 jam laludetik.com
thumb
Shadow of the Light Karya Anak Bangsa yang Mendapatkan Berbagai Penghargaan di Dunia
• 2 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Ketika Persija Jakarta Biarkan Persib Bandung Juara Paruh Musim Super League
• 5 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.