Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Jakarta
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menunjukkan perhatian besar terhadap keberlanjutan pendidikan warga terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh. Perhatian tersebut disampaikan melalui dialog virtual via Zoom usai memberikan pengarahan dalam Rakernas I PDIP di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta, Minggu 11 Januari 2026.
Sebagaimana iketahui sebelumnya bahwa PDIP telah mengirimkan Kapal Rumah Sakit (RS) Laksamana Malahayati ke Aceh untuk memberikan layanan kesehatan bagi warga. Kapal tersebut membawa tim dokter, tenaga kesehatan, serta sukarelawan Baguna (Badan Penanggulangan Bencana) guna mempercepat penanganan di lapangan.
Dalam dialog tersebut, Megawati awalnya berkoordinasi dengan penanggung jawab tim di lapangan, yakni Wakil Sekjen PDIP Sri Rahayu dan tim dokter, mengenai kebutuhan mendesak yang harus segera dikirimkan dari Jakarta. Tim medis melaporkan perlunya suplai susu bayi dan makanan pendamping ASI.
Usai koordinasi logistik, Sri Rahayu memfasilitasi seorang warga untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada Presiden kelima Republik Indonesia tersebut.
"Mohon izin Ibu, ada warga yang ingin menyampaikan terima kasih," ujar Sri Rahayu melalui sambungan Zoom, Minggu.
Seorang ibu yang menggendong anak tersebut kemudian muncul di depan kamera untuk menyapa Megawati secara langsung.
"Assalamualaikum, Ibu Megawati," sapa warga tersebut.
"Waalaikumsalam," jawab Megawati dengan hangat.
Ibu tersebut menyampaikan bahwa dirinya baru saja menyelesaikan pemeriksaan kesehatan di Kapal Laksamana Malahayati. Ia mengapresiasi bantuan yang diterima, termasuk tambahan vitamin dan bingkisan dalam rangka hari jadi partai.
"Terima kasih, Ibu Megawati. Hari ini saya sudah melakukan pemeriksaan kesehatan, mendapat tambahan vitamin, dan mendapat hadiah dari ulang tahun PDIP," ungkapnya.
Dalam percakapan tersebut, Megawati secara khusus menanyakan kondisi akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah terdampak bencana. Hal ini dilakukan setelah mengetahui anak sulung warga tersebut sudah menginjak usia sekolah menengah.
"Apakah sekolah itu terkena bencana sehingga anaknya tidak masuk sekolah? Atau sekarang apakah sudah mulai bersekolah lagi?," tanya Megawati.
Warga itu menjelaskan bahwa proses belajar mengajar hingga kini belum kembali normal karena bangunan sekolah masih dalam tahap pemulihan pascabanjir.
"Masih bersih-bersih sekolah, belum mulai belajar," tuturnya.
Mendengar hal tersebut, Megawati memberikan semangat dan berharap agar fasilitas pendidikan dapat segera difungsikan kembali agar hak belajar anak-anak tidak terhenti terlalu lama.
"Insyaallah bisa cepat segera dilakukan (pembersihan), supaya anak-anak kembali bersekolah ya, Bu," ujar Ketua Dewan Pengarah BRIN tersebut.
Di akhir dialog, warga itu kembali menyampaikan terima kasih atas kepedulian yang diberikan. Megawati pun menutup percakapan dengan pesan hangat.
"Terima kasih. Sampai ketemu ya," pungkas Megawati.
Editor: Redaksi TVRINews




