REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG- Gelandang Persib Bandung Thom Haye mengaku menerima pesan mengerikan dari sejumlah orang kepada dirinya dan keluarga termasuk yang berharap dirinya mati. Ia pun meminta agar orang-orang itu untuk menghentikan aksinya itu.
Pernyataan itu ia ungkapkan di akun media sosialnya tidak lama sesuai membawa Persib Bandung juara paruh musim Super League dan menang melawan Persija Jakarta 1-0 di Stadion GBLA Kota Bandung, Ahad (11/1/2026).
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});- Longsor di TWA Gunung Papandayan Tutup Jalur Pendakian
- Salah Dedikasikan Kemenangan Mesir atas Pantai Gading di Piala Afrika untuk Suporter
- Petugas Haji Dilatih Bahasa Arab dan Sanksi Dipulangkan Jika Melanggar Aturan
Dalam pernyataannya di media sosial, pria yang dijuluki 'The Professor' ini mengatakan tim telah berhasil memenangkan pertandingan melawan Persija Jakarta. Ia pun merasa bangga terhadap tim dan suporter Bobotoh.
Haye menilai sepakbola Indonesia sangat potensial. Apalagi atmosfer dan passion sepakbolanya yang sangat spesial. Di sisi lain, pada waktu yang sama, dia menyayangkan banyak pertandingan yang dibayangi oleh sikap tidak respek dan pelanggaran yang tidak perlu.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}
Ia pun merasa sedih karena terdapat pemain yang turut berkontribusi melakukan hal tersebut. Terlebih, kualitas pertandingan ikut menjadi rusak. Yang gila baginya, Haye menyebut ketika bersuara tentang hal itu, respons dari pemain lain mengajak untuk berkelahi.
Haye menegaskan sikap respek atau rasa hormat sangat esensial dalam permainan dan perkembangan sepakbola. Satu hal lainnya, ia mengaku dapat menangani semua masalah secara profesional.

