Hujan Deras dan Angin Kencang Rusak Jaringan PLN di Maros, Kerugian Capai Rp300 Juta

harianfajar
5 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAROS — Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di Kabupaten Maros juga menyebabkan PT PLN Persero mengalami kerugian sekitar Rp300 juta.

Hal itu diungkapkan Manajer PLN ULP Maros, Sadrach saat dikonfirmasi Minggu, 11 Januari 2026.

Dia mengatakan cuaca ekstrem yang terjadi Sabtu, 10 Januari 2026 menyebabkan sejumlah pohon roboh dan mengenai tiang listrik serta jaringan PLN.

“Ada dua tiang listrik yang patah, satu tiang miring dan 15 tiang kabel mengalami kendur karena efek dari tiang patah dan tiang miring,” jelasnya.

Akibatnya kata dia, PLN mengalami kerugian material disebabkan kerusakan sejumlah alat atau jaringan PLN yang rusak.

“Untuk kerugian material PLN yang rusak kurang lebih Rp300 juta,”sebutnya.

Dia juga menyebut jika insiden ini juga berdampak terhadap kurang lebih 1.750 pelanggan yang tersebar di Kabupaten Maros.

“Jadi akibat pohon tumbang yang menimpa jaringan listrik semalam ada sembilan gardu padam dengan jumlah pelanggan padam atau yang terdampak kurang lebih 1.750 pelanggan,” jelasnya.

Dia menambahkan kondisi kembali normal 100 persen Minggu subuh sekitar pukul 04.00 Wita.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Tim Kerja Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha mengatakan cuaca ekstrem yang terjadi bukan hanya di wilayah Maros saja. Tapi wilayah di pesisir barat.

“Untuk wilayah di pesisir barat memang beberapa hari ini terpantau cuaca yang signifikan, hujan sedang-lebat,” katanya.

Jadi secara akumulasi 10 harian atau dasarian periode 11 Januari hingga 20 Januari wilayah Maros kami berikan peringatan dini kategori awas, sambungnya.

“Untuk kondisi cuacanya masih ada potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai angin kencang, tapi tidak terjadi terus menerus, ada jeda waktunya,” jelasnya.

Dia juga mengimbau agar masyarakat senantiasa waspada.

“Khususnya yang tinggal di bantaran sungai atau daerah rawan, perlu mewaspadai risiko banjir yang dapat terjadi. Selain itu hindari berteduh di bawah pohon, reklame atau sejenisnya saat terjadi cuaca ekstrem,” imbaunya.

Curah hujan yang tinggi ini perlu diwaspadai mengingat hal ini berpotensi mengakibatkan terjadinya bencana banjir dan longsor.

“Iya. Masyarakat yang tinggal di daerah dataran tinggi, curah hujan yang terjadi berhari-hari dapat meningkatkan kejenuhan tanah sehingga berisiko longsor. Dilihat juga dari faktor lainnya seperti tutupan lahan, dan lain-lain,” katanya.

Untuk kecepatan angin kata dia, bisa mencapai sekitar 40 sampai 50 kilometer per jam.

“Masuk dalam kategori kencang,” sebutnya.

Sementara ketinggian gelombang kata dia masuk dalam kategori sedang.

“Ketinggian gelombang dapat mencapai 2,5 meter. Jadi untuk kapal nelayan dan kapal tongkang perlu mewaspadai gelombang tinggi,” jelasnya.

Ditambahkan agar masyarakat bisa mengetahui prakiraan cuaca secara spesifik hariannya, bisa memantau di medsos bmkgsulsel atau aplikasi infobmkg. (rin)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sule Berniat Menikah Lagi, Respons Mahalini Jadi Sorotan
• 15 jam laluinsertlive.com
thumb
Polisi Telusuri Pria Terekam CCTV Kasus Tewasnya Perempuan di Kos Bekasi
• 7 jam laluidntimes.com
thumb
Prabowo Ingin Semua Petugas Haji Berasal dari TNI-Polri
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
• 8 jam lalusuara.com
thumb
OJK Hentikan 2.263 Entitas Pinjol Ilegal Sepanjang 2025
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.