Pantau - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta menertibkan pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar yang kerap menimbulkan kemacetan di depan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
"Sudah kami tindaklanjuti laporannya pada Sabtu (10/1). Hasilnya 15 PKL dihalau, tujuh kopling dihalau, dan sembilan bajaj juga dihalau," ungkap Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan.
Keterbatasan Personel, Pola Pengawasan Akan DiubahSatriadi menyebutkan bahwa menjaga kawasan tersebut tetap steril selama 24 jam merupakan tantangan berat karena keterbatasan jumlah personel.
"Kalau pun kita pantau 24 jam, personel kita enggak akan sanggup lah, kurang (jumlah) kita. Jelas kalau dipantau 24 jam pasti enggak akan ada itu (PKL), tapi anggota kita juga kan secara personel kurang," ujarnya.
Ia juga mengakui bahwa metode penertiban yang dilakukan berulang setiap hari dinilai kurang efektif dalam jangka panjang.
Kolaborasi dengan Satpam RSCM Jadi Strategi BaruUntuk meningkatkan efektivitas pengawasan, Satpol PP akan menerapkan pola baru dengan melibatkan unsur masyarakat, khususnya petugas keamanan gedung RSCM.
"Jadi sekarang yang mau dicoba ke depannya, polanya akan diubah dengan keterlibatan masyarakat dan terutama satpam di situ. Karena pada prinsipnya ketertiban bukan hanya milik Satpol PP, tetapi harus ada kolaborasi," jelas Satriadi.
Ia menekankan bahwa pengelola gedung memiliki tanggung jawab terhadap ketertiban area di sekitarnya.
Satpam diminta untuk segera bertindak jika melihat tanda-tanda munculnya pedagang di depan RSCM dan langsung melaporkannya ke Satpol PP.
"Kalau sudah kelihatan satu dua (pedagang), langsung gerak. Jangan sampai banyak. Kalau sistem penertibannya enggak diubah, kami juga pasti akan keteteran di mana-mana," tegasnya.


