Wamenhaj Ungkap Alasan TNI-Polri Latih Petugas Haji: Adaptasi Kedisiplinan

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkap alasan melibatkan TNI dan Polri untuk melatih Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026. Ia berharap petugas haji dapat mengadopsi kedisiplinan saat bertugas di Arab Saudi.

“Kami memberikan persiapan pelatihan ini kepada teman-teman Polri, dari Mabes TNI, kemudian dari Kementerian Pertahanan yang turun langsung. Kenapa? Karena kita ingin mengadaptasi kedisiplinan dan kekompakan tim. Mereka di sana itu seperti tim besar yang harus mengorkestrasi mobilisasi jemaah. Nah, oleh sebab itulah kita butuh kompetensi itu,” kata Dahnil di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu (11/1).

Untuk musim haji tahun ini, jumlah jemaah reguler mencapai 203 ribu orang, sementara jemaah haji khusus lebih dari 17 ribu orang. Adapun jumlah petugas PPIH yang mengikuti Diklat Petugas Haji sekitar 1.600 orang. Dengan jumlah tersebut, dibutuhkan petugas yang disiplin dan profesional dalam bekerja.

Pelatihan oleh TNI-Polri ini dibarengi dengan konsep pelatihan semi-militer dengan sistem masuk “barak”. Petugas haji akan dilatih secara fisik, mental, dan pengetahuan selama satu bulan agar siap bertugas di Tanah Suci.

Menjawab Kritik

Dalam kesempatan yang sama, Dahnil juga menyinggung kritik yang kerap disampaikan terhadap pelaksanaan haji, salah satunya terkait kinerja petugas.

“Terus terang banyak kelemahan, banyak kekurangan, terutama pada proses rekrutmen,” kata Dahnil.

Terkait rekrutmen, ia menyebut Kementerian Haji dan Umrah saat ini tidak memiliki banyak waktu untuk memperbaiki metodologinya. Saat ini terdapat dua model rekrutmen, yakni melalui seleksi dan penunjukan langsung.

“Nah, ke depan yang banyak dikritik tentu terkait metode seleksinya. Mungkin ke depan kami akan melakukan banyak perubahan, terutama terkait transparansi dan akuntabilitas,” ujarnya.

“Dengan penunjukan langsung juga kami harus memastikan itu bisa dipertanggungjawabkan. Nah, itu yang menjadi fokus kami,” sambungnya.

Luruskan Niat

Selain soal kritik, Dahnil juga menekankan pentingnya meluruskan niat petugas haji. Ia tak ingin ada petugas yang hanya “nebeng” berhaji, padahal tugas utamanya adalah melayani tamu Allah.

“Kritik terhadap petugas itu salah satunya selalu diingatkan jangan sampai ada petugas yang nebeng naik haji. Itu yang paling sering disampaikan. Hal ini harus diluruskan sejak awal bahwa fokus mereka di sana adalah pelayanan jemaah,” ucapnya.

“Pelayanan jemaah artinya mereka tidak memposisikan diri sebagai jemaah haji. Mereka harus fokus melayani. Nanti ada fikih petugas haji, supaya mereka juga tetap mendapatkan bonus ibadah haji. Ada cara-cara secara fikih yang memang memungkinkan itu,” pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Google Klarifikasi Kasus Pengadaan Chromebook, Bantah Tuduhan Korupsi
• 18 jam lalutvrinews.com
thumb
Bulog siapkan 1 juta ton beras premium untuk ekspor 2026
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Suasana Seru saat Ratusan Bobotoh Padati Mapolres Cimahi Nobar Persib vs Persija
• 11 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Sulsel pada Senin, 12 Januari 2026
• 57 menit laluharianfajar
thumb
Polisi Tangkap Pengeroyok Suami-Ibu Hamil di Bandung
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.