Nasabah di Jawa Barat mulai tinggalkan layanan konvensional Pegadaian

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Bandung (ANTARA) - Pegadaian Kanwil X mencatatkan pergeseran perilaku nasabah di Jawa Barat yang kini lebih memilih layanan digital dibandingkan mendatangi kantor cabang fisik, seiring dengan lonjakan transaksi melalui platform elektronik hingga empat kali lipat sepanjang tahun 2025.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Dede Kurniawan di Bandung, Minggu, mengatakan tren adaptasi digital masyarakat di wilayahnya tumbuh signifikan, yang tercermin dari volume penggunaan aplikasi terintegrasi.

"Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari masyarakat Jawa Barat terhadap peralihan layanan ke digital. Pertumbuhan transaksi digital yang naik empat kali lipat ini membuktikan bahwa kehadiran platform Tring! benar-benar menjawab kebutuhan nasabah akan kemudahan akses tanpa harus datang langsung ke outlet," kata Dede.

Secara nasional, perusahaan plat merah itu mencatatkan lebih dari 34 juta transaksi digital sepanjang 2025, atau melonjak sekitar 324 persen secara tahunan (Year on Year). Adapun jumlah nasabah aktif transaksi digital melampaui 4,6 juta nasabah, meningkat 244 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dede menjelaskan bahwa di Jawa Barat, peningkatan tersebut tidak hanya didominasi oleh nasabah ritel, melainkan juga menyasar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memanfaatkan fitur pembiayaan mikro secara daring.

"Inovasi ini sejalan dengan karakteristik masyarakat Jawa Barat yang dinamis dan tech-savvy. Kami berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat agar semakin akrab dengan ekosistem digital Pegadaian," katanya.

Memasuki awal tahun 2026, perusahaan mulai mengoperasikan pembaruan aplikasi versi 8.3.0 dengan penambahan fitur strategis seperti pembayaran gadai untuk pihak lain serta fleksibilitas transaksi mikro.

Dede optimistis dengan pembaruan sistem ini, jangkauan layanan finansial dapat menyentuh masyarakat hingga ke pelosok daerah di Jawa Barat tanpa hambatan geografis.

Transformasi ini disebut Dede, menandai transisi perusahaan dari fase penguatan fondasi menuju akselerasi skala ekonomi berbasis ekosistem digital guna memperluas inklusi keuangan di tanah air.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap warga di Jawa Barat, hingga ke pelosok, memiliki akses yang sama terhadap solusi keuangan Pegadaian melalui genggaman ponsel mereka," tutur Dede.



Baca juga: OJK perkuat ekosistem pergadaian nasional lewat tiga fase pengembangan

Baca juga: OJK siapkan penyesuaian empat aturan demi hapus usaha gadai ilegal

Baca juga: OJK sesuaikan aturan pergadaian guna ciptakan kemudahan berusaha




Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gali Freitas Menggila sebagai False Nine, Bernardo Tavares Semringah
• 6 jam lalubola.com
thumb
Link Live Streaming Barcelona vs Real Madrid Dinihari Nanti Pukul 02.00 WIB
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Gugat Denada Tambunan atas Dugaan Penelantaran Anak, Pihak Ressa Rizky Rossano Bakal Buka Fakta Sebenarnya
• 18 jam lalugrid.id
thumb
Andre Rosiade Respons Permintaan Warga, Kirim Ekskavator ke Maninjau
• 17 jam laludetik.com
thumb
Ratusan Siswa di Mojokerto Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Disetop Sementara
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.