GenPI.co - Sebanyak 658 orang warga Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, diduga keracunan makan bergizi gratis (MBG).
Kepala Dinkes Grobogan Djatmiko mengatakan para korban ini, ada yang dari SMP, SMK, dan SD di daerah Ngroto.
Kemudian, ada PAUD Ngroto, SD Glapan, SD Trisari, dan SD Penadaran. Sebagian besar korban, sudah tertangani. Ada yang rawat jalan dan perawatan lanjutan.
Ratusan korban siswa SD hingga santri pondok pesantren di Kecamatan Gubug, diduga keracunan seusai makan MBG pada Jumat (9/1).
MBG itu, disuplali dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kuwaron. Data terbaru, ada 79 orang masih menjalani perawatan di berbagai fasilitas kesehatan.
“Jumlah ini masih dinamis. Ada yang kondisinya membaik dan boleh pulang (dari rumah sakit). Tetapi, ada potensi penambahan,” katanya dikutip dari Antara, Senin (12/1).
Para korban mayoritas mengalami gejala berupa mual dan muntah. Mereka memakan MBG dengan menu nasi kuning, lauk telur, abon, dan tempe orek.
MBG tersebut dimakan pada Jumat (9/1) siang. Kemudian, pada Jumat siang sampai Sabtu (10/1) pagi, para korban mulai merasakan gejala.
Djatmiko mengingatkan semua SPPG, supaya memenuhi Standar Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS), dan ketepatan waktu distribusi.
“Pemberian makanan tidak boleh molor. Kalau lebih dari empat jam, kualitas makanan menurun dan berisiko menyebabkan gangguan kesehatan,” ucapnya. (ant)
Simak video pilihan redaksi berikut ini:



