REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI --Umat Muslim secara luas akan mengalami sebuah peristiwa astronomi langka pada tahun 2039. Yakni, ketika tiga hari raya Idul Fitri dan Idul Adha jatuh dalam satu tahun kalender Masehi.
Menurut pakar iklim dan astronomi terkemuka Dr. Abdullah Al Misnad dari Arab Saudi, peristiwa yang tidak biasa ini terjadi akibat pergeseran bertahap kalender Hijriah berbasis lunar terhadap kalender Masehi berbasis matahari, yang maju sekitar 11 hari setiap tahunnya.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});- Napoli Pantang Menyerah, Dua Gol McTominay Tahan Inter di Giuseppe Meazza
- Trump Incar Minyak Venezuela dan Mineral Greenland di Tengah Krisis Iklim
- Megawati Minta Bantuan Segera untuk Aceh Usai Rakernas PDIP
Haji ganda dan Hari Arafah
Pergeseran ini akan menghasilkan sebuah pertemuan waktu yang luar biasa pada tahun 2039. Tahun tersebut akan diawali dengan Idul Adha pertama yang jatuh pada 6 Januari 2039, bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1460 H, yang secara tradisional menandai puncak ibadah haji dan hari raya kurban.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}
Namun, itu bukan satu-satunya. Hampir 12 bulan kemudian, kalender Hijriah akan menyelesaikan satu siklus penuhnya kembali, dan musim haji kedua akan dimulai, yang berpuncak pada Idul Adha kedua pada 26 Desember, bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1461 H.
Ini berarti dua pelaksanaan ibadah haji yang terpisah akan terjadi dalam satu tahun Masehi, sebuah kejadian yang sangat langka.
Yang lebih tidak biasa lagi, kedua peristiwa tersebut masing-masing akan disertai Hari Arafah, yaitu hari yang sarat makna spiritual sebelum Iduladha, ketika para jemaah berkumpul di Padang Arafah untuk berdoa.
Di antara dua peristiwa besar itu akan terdapat Idul Fitri, yang diperkirakan jatuh pada 19 Oktober 2039. Tiga hari raya dalam satu tahun—dua Iduladha dan satu Idul Fitri—membentuk sebuah siklus spiritual yang belum pernah terjadi sebelumnya, mencakup puasa, ibadah haji, doa, dan perayaan.
Pergeseran kalender Hijriah tidak hanya terbatas pada musim haji. Ramadan, bulan tersuci untuk berpuasa dan refleksi spiritual, juga akan mengalami peristiwa serupa dalam waktu dekat.
Dua Ramadan pada 2030
Pada tahun 2030, umat Islam akan menjalani dua bulan Ramadan dalam satu tahun Masehi: satu dimulai pada Januari dan satu lagi pada Desember. Peristiwa ini akan menjadi Ramadan ganda pertama dalam 33 tahun, setelah terakhir kali terjadi pada tahun 1997.
Kalender Hijriah Islam didasarkan pada peredaran bulan dan terdiri dari 354 atau 355 hari. Sementara itu, kalender Masehi yang mengikuti peredaran matahari terdiri dari 365 atau 366 hari. Perbedaan ini menyebabkan tanggal-tanggal Islam bergeser lebih awal sekitar 10 hingga 11 hari setiap tahunnya.
Sumber:
Gulf News



