JAKARTA, KOMPAS.com - "Jika dan ketika Dewan Keamanan PBB dan majelis besar ini memutuskan, Indonesia siap untuk mengerahkan 20.000 atau bahkan lebih putra-putri kami untuk membantu mengamankan perdamaian di Gaza atau di tempat lain."
Demikian pesan Presiden Prabowo Subianto di hadapan Debat Umum Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Gedung Sekretariat PBB, New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9/2025) lalu.
Janji Presiden Prabowo ini terus digencarkan, termasuk kesiapan dari personel TNI yang akan ditempatkan ke Gaza.
Baca juga: 230 Mahasiswa Kedokteran Gaza Diwisuda di Tengah Genosida Israel
Wacana ini semakin menguat setelah gencatan senjata berhasil disepakati oleh Israel-Hamas pada 10 Oktober 2025 di bawah pengawasan Amerika Serikat, Mesir, Turki, dan Qatar.
Upaya pengiriman ini juga disampaikan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan, pihaknya akan mengirimkan personel recce atau pengintai ke Gaza sebelum para prajurit diberangkatkan sebagai pasukan perdamaian.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=pasukan perdamaian gaza, Pasukan Stabilitas Internasional, Misi Perdamaian Indonesia, Debat Sidang Majelis Umum PBB&post-url=aHR0cHM6Ly9uYXNpb25hbC5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8xMi8wNjEyNTA2MS9tZW5pbWJhbmctcGVuZ2lyaW1hbi1wYXN1a2FuLWluZG9uZXNpYS1rZS1nYXph&q=Menimbang Pengiriman Pasukan Indonesia ke Gaza§ion=Nasional' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `"Apabila sudah ada kejelasan, kita akan kirim personel recce ke sana, untuk pendahulu, untuk memastikan situasi kondisi di sana dan penempatan pasukan di sana," kata Agus, di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin (24/11/2025).
Detail teknis pengiriman pun telah dipersiapkan, termasuk komandan pasukan yang akan dipimpin langsung oleh jenderal bintang tiga. Bahkan hingga membentuk tiga brigade komposit dari batalion kesehatan, zeni konstruksi, serta batalion bantuan.
"Kemudian juga ada unsur udara, kita menyiapkan helikopter, kemudian pesawat C-130 Hercules, dan kita siapkan dua kapal rumah sakit dari Angkatan Laut lengkap dengan helikopter yang ada di pesawat (kapal) tersebut," ujar dia.
Dibahas kembali pada retreat kabinet awal tahun 2026Meski sudah ada persiapan matang terkait pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza, hingga saat ini realisasi belum juga terlaksana.
Janji Prabowo di depan forum PBB ini juga dibahas dalam retreat kabinet awal tahun di kediaman Presiden di Hambalang, Jawa Barat, 6 Januari 2026.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, pengiriman pasukan ini sempat dibahas oleh Menteri Luar Negeri RI, Sugiono.
Baca juga: Anggota DPR: Gaza-Venezuela adalah Peringatan Keras, Tak Ada Negara yang Aman
"Kemudian juga dilanjutkan paparan dari Menteri Luar Negeri berkenaan dengan kondisi dan situasi di Gaza. Memang ini masih terus-menerus kita mengikuti perkembangan terhadap rencana pengiriman pasukan perdamaian ke wilayah Gaza," ucap Prasetyo.
Juru Bicara Kemenlu RI, Yvonne Mawengkang mengatakan, dalam rapat itu Prabowo berkomitmen terkait dengan pengiriman pasukan tersebut.
"Tapi memang saat ini kita masih terus, sebagaimana disampaikan terakhir ya terkait Gaza itu masih dibicarakan berbagai detail yang ada," ucap Yvonne dalam konferensi pers, Kamis (8/1/2026).
Dia menjelaskan, saat ini Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang memegang mandat terkait pengiriman pasukan ke wilayah Gaza, bukan pasukan perdamaian PBB.





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5375892/original/089800500_1759985632-Pramono_Anung_soal_DBH_Dipangkas.jpeg)