Jakarta, IDN Times - Konflik antara militer pemerintah Sudan dan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF) telah memasuki hari keseribu. Jutaan orang terdampak dari perang tersebut dan membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Organisasi non pemerintah mengatakan pada Jumat (9/1/2026), pertempuran sengit dan pemotongan pendanaan global telah mendorong lebih dari 33 juta orang menuju kelaparan. Hal ini menjadikannya salah satu krisis kemanusiaan paling parah di dunia.
Manajer program senior Islamic Relief di Sudan, Elsadig Elnour, mengatakan bahwa perang tidak boleh dibiarkan berlanjut lebih lama lagi. Menurutnya, perang telah membuat Sudan hancur berantakan dan warga sipil diserang, kelaparan, dan dipaksa meninggalkan tanah mereka, dilansir Al Jazeera.




