BPBD DIY Siapkan Uji Geolistrik untuk Tindaklanjuti Amblesan Tanah di Gunungkidul

pantau.com
8 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan melakukan uji geolistrik untuk menindaklanjuti temuan amblesan tanah di Kelurahan Girikarto, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul.

Amblesan tersebut ditemukan pada Rabu (7 Januari) dan telah ditindaklanjuti dengan asesmen lapangan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusdalops BPBD DIY.

"Dengan uji geolistrik kan kita bisa memastikan rongganya itu kedalamannya berapa, kemudian lebarnya berapa," ungkap Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata.

Digunakan untuk Tentukan Langkah Antisipasi

Hasil uji geolistrik nantinya akan menjadi dasar penentuan langkah-langkah antisipasi lanjutan terhadap amblesan yang bahkan terjadi di dalam rumah warga.

BPBD DIY akan berkoordinasi dengan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dalam pelaksanaan uji tersebut.

"Kalau memang kemudian membahayakan bagi masyarakat atau penduduk yang bermukim di situ, ya kita akan melakukan antisipasi bersama-sama dengan BPBD Kabupaten Gunungkidul," tambahnya.

Pelaksanaan uji geolistrik direncanakan dalam beberapa minggu ke depan, sambil menunggu kesiapan peralatan dan koordinasi teknis.

Wilayah Rawan Amblesan, Diperlukan Teknologi Tinggi

Agustinus menjelaskan bahwa karakteristik geologi Gunungkidul yang memiliki aliran sungai bawah tanah dan rongga-rongga gua membuat wilayah ini rawan amblesan.

"Kalau Gunungkidul kan tipikalnya di bawah tanah itu ada aliran sungai bawah tanah dan rongga-rongga gua. Nah, itu yang kemudian diperlukan teknologi yang tinggi untuk mendeteksi kedalaman dan lebarnya seperti apa," ujarnya.

Amblesan tanah di Girikarto bukanlah kejadian pertama.

Wilayah tersebut memang dikenal pernah mengalami kejadian serupa sebelumnya.

"Di situ kan memang sebenarnya sudah sering terjadi semacam amblesan. Nah, ini yang kemudian perlu dipastikan dengan teknologi, supaya bisa diketahui tingkat bahayanya," jelas Agustinus.

Pemetaan struktur tanah bawah permukaan dinilai sangat penting untuk mengantisipasi risiko lanjutan di wilayah yang rawan bencana ini.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pendar Pemain Indonesia di Eropa: Justin Hubner & Kevin Diks Kompak Cetak Gol
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Registrasi Akun SNPMB 2026 Telah Dibuka, Berikut Panduan Verifikasi dan Aktivasi Akun Siswa
• 3 jam lalunarasi.tv
thumb
Isi Klarifikasi Na Daehoon Soal Tuduhan Lakukan KDRT ke Jule: Ini Cerita yang Tidak Masuk Akal
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Progres Lima Jembatan Bailey di Aceh Lampaui 50 Persen, Pembangunan Terus Dipercepat
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
‎Teja Paku Alam Syukuri Persib Bandung Tutup Paruh Musim di Puncak Klasemen Super League
• 4 menit lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.