Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, melontarkan pujian untuk keberanian para demonstran di Iran, saat unjuk rasa besar-besaran mengguncang negara tersebut. Netanyahu mengakui dirinya mengharapkan rakyat Iran segera terbebas dari apa yang disebutnya sebagai "belenggu tirani".
Iran dilanda unjuk rasa besar-besaran, yang diwarnai serentetan insiden mematikan, dalam beberapa hari terakhir. Aksi protes itu awalnya dipicu kemarahan atas kenaikan biaya hidup, tetapi berkembang menjadi gerakan lebih luas yang menantang pemerintah teokratis yang berkuasa sejak revolusi tahun 1979 silam.
Sebuah kelompok hak asasi manusia setempat melaporkan bahwa sedikitnya 500 orang tewas dalam serangkaian insiden saat unjuk rasa berlangsung di Iran, berdasarkan data hingga Minggu (11/1) waktu setempat.
Netanyahu, seperti dilansir AFP, Senin (12/1/2026), menyampaikan pernyataan terbaru mengenai Iran saat menghadiri rapat kabinet mingguan pada Minggu (11/1) waktu setempat.
"Kita semua berharap agar bangsa Persia akan segera terbebas dari belenggu tirani, dan ketika hari itu tiba, Israel dan Iran akan sekali lagi menjadi mitra setia dalam membangun masa depan kemakmuran dan perdamaian bagi kedua bangsa," kata Netanyahu dalam pernyataan via yang dirilis oleh kantor PM Israel.
"Israel memantau dengan cermat peristiwa di Iran," sebutnya.
"Rakyat Israel dan seluruh dunia kagum akan keberanian luar biasa warga-warga Iran," ucap Netanyahu melontarkan pujian.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel, Gideon Saar, menyampaikan komentar serupa sebelumnya. "Kami mendukung perjuangan rakyat Iran untuk kebebasan dan mendoakan mereka kesuksesan," ucapnya dalam sebuah wawancara yang diunggah ke media sosial X.
"Kami pikir mereka pantas mendapatkan kebebasan... Kami tidak memiliki permusuhan dengan rakyat Iran," tegas Saar, sembari menambahkan bahwa Israel justru memiliki "masalah besar" dengan pemerintah Iran, yang dituduh mengekspor terorisme.
(nvc/imk)





