Saham PANI Jatuh 4 Hari Beruntun, Analis Soroti Area Penting

idxchannel.com
13 jam lalu
Cover Berita

Saham emiten properti milik Grup Agung Sedayu dan Grup Salim, PANI dan anak usahanya CBDK, terkena tekanan jual signifikan.

Saham PANI Jatuh 4 Hari Beruntun, Analis Soroti Area Penting. (Foto: PIK 2)

IDXChannel – Saham emiten properti milik Grup Agung Sedayu dan Grup Salim, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) dan anak usahanya PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), terkena tekanan jual signifikan belakangan ini selepas menggelar rights issue.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.56 WIB, saham PANI ambles 5,48 persen ke level Rp10.775 per unit, dengan nilai transaksi mencapai Rp172 miliar.

Baca Juga:
Saham ANTM-HRTA Cs Melonjak usai Harga Emas Tembus Rekor USD4.600

Dengan ini, saham PANI telah turun empat hari berturut-turut, mencerminkan penurunan mingguan hingga 12,24 persen.

Saham CBDK rebound 1,05 persen ke Rp7.250 per unit pagi ini, usai melemah 6 hari tanpa henti sebelumnya. Saham ini jatuh 7,94 persen dalam sepekan belakangan.

Baca Juga:
Bursa Asia Menguat di Tengah Rekor KOSPI, Pasar Jepang Libur

Pengamat pasar modal Michael Yeoh menjelaskan bahwa peluang CBDK untuk masuk ke indeks MSCI pada periode ini praktis tertutup.

“CBDK memiliki standard minimum yang masih jauh untuk masuk ke MSCI, sehingga bisa di pastikan tidak eligible untuk masuk ke MSCI dalam periode Februari ini,” ujarnya, Senin (12/1/2026).

Baca Juga:
Rupiah Loyo Tujuh Hari Beruntun, Dibuka Sentuh Rp16.847 per USD

Sementara itu, untuk PANI, Michael menilai peluangnya masih terbuka, meski bergantung pada data free float pasca rights issue (RI) yang akan dicatat oleh MSCI.

“Namun untuk PANI, masih ditunggu pasca RI, berapa free float yang terdata oleh MSCI. Jika di atas 15 persen, maka akan eligible untukk masuk karena sudah memenuhi standard minimum caps yaitu di Rp28 triliun berdasarkan free float market cap,” imbuh Michael.

Dari sisi teknikal, Michael menyoroti pergerakan kedua saham tersebut yang masih berada dalam tekanan, meski dengan karakter yang berbeda.

“Secara teknikal PANI terlihat bergerak downtrend dengan support di Rp10 ribu,” tutur Michael.

Untuk CBDK, tekanan dinilai masih bisa ditahan meski support penting telah ditembus.

“Sementara CBDK terlihat gagal mempertahankan support terkuatnya di 7.500. Namun, pergerakan CBDK sendiri lebih baik daripada PANI, karena masih mempertahankan area bullish di 7.000,” katanya.

Sebelumnya, melalui skema rights issue, PANI menambah kepemilikan saham di CBDK dengan membeli sekitar 2,3 miliar saham dari PT Agung Sedayu dan PT Tunas Mekar Jaya.

Transaksi tersebut dilakukan pada 15-19 Desember 2025 dengan harga rata-rata Rp6.450 per lembar, sehingga total nilai pembelian mencapai sekitar Rp14,6 triliun.

Setelah aksi korporasi ini, porsi kepemilikan langsung PANI di CBDK meningkat signifikan dari 45,9 persen menjadi 85,95 persen. Sebaliknya, kepemilikan PT Agung Sedayu dan PT Tunas Mekar Jaya masing-masing menyusut dari 22,05 persen menjadi 2,54 persen dan 1,51 persen. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kasus Teror Molotov DJ Donny, Polisi Periksa 12 Saksi
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Industri minuman dorong lonjakan konsumsi di Guizhou, China
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Hasil Super League: PSBS Bangkit dari Tren Negatif dengan Melumat Bhayangkara 4-1
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
Nasib Stadion Sudiang Calon Markas PSM Makassar: Tetap Dibangun di Tengah Bayang Sengketa Lahan 
• 4 jam laluharianfajar
thumb
SBY: Demokrat Bersama Prabowo Harus Jadi Bagian Solusi Masalah Bangsa
• 1 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.