Geger Penyelidikan Kriminal Jerome Powell oleh Trump, Kurs Dolar AS Langsung Ambruk!

matamata.com
8 jam lalu
Cover Berita

Matamata.com - Nilai tukar rupiah diprediksi bergerak menguat pada perdagangan Senin (12/1), menyusul kabar mengejutkan dari Amerika Serikat. Pemerintahan Donald Trump dilaporkan membuka penyelidikan kriminal terhadap Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa sentimen ini memicu penurunan tajam pada indeks dolar AS (DXY). "Trump membuka penyelidikan kriminal atas Powell. Kondisi ini membuat dolar AS tertekan, sehingga rupiah berpotensi berbalik menguat," ujar Lukman di Jakarta, Senin.

Intervensi Independensi Bank Sentral Penyelidikan ini berkaitan dengan proyek renovasi gedung kantor pusat Federal Reserve yang bernilai miliaran dolar. Departemen Kehakiman AS dilaporkan telah melayangkan surat panggilan pengadilan kepada The Fed terkait kesaksian Powell di hadapan Komite Perbankan Senat pada Juni lalu.

Dalam pernyataan resminya, Powell menyebut langkah pemerintah tersebut sebagai tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Para pelaku pasar menilai upaya ini sebagai bentuk intervensi pemerintah terhadap independensi bank sentral AS.

"Pasar bereaksi besar terhadap isu independensi ini. Namun, investor perlu waspada karena pergerakan bisa sangat fluktuatif (volatile) di kedua arah," tambah Lukman.

Data Ekonomi AS Masih Solid Meskipun dolar tertekan oleh isu politik, data ekonomi AS terpantau masih cukup tangguh. Tingkat pengangguran AS pada Desember 2025 turun menjadi 4,4 persen, lebih rendah dari estimasi pasar sebesar 4,5 persen. Selain itu, izin pembangunan perumahan melonjak menjadi 1,41 juta, melampaui ekspektasi 1,35 juta.

Tingkat kepercayaan konsumen AS juga tercatat menguat di level 54, lebih tinggi dari estimasi awal di angka 53,5. Kuatnya data ekonomi ini diprediksi akan menjadi penahan agar dolar AS tidak merosot terlalu dalam.

Pada pembukaan perdagangan pagi ini di Jakarta, rupiah sempat bergerak melemah 28 poin atau 0,17 persen ke level Rp16.847 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp16.819 per dolar AS. Namun, seiring masuknya sentimen dari AS, rupiah diharapkan mampu memangkas pelemahan dan berbalik ke zona hijau. (Antara)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Guru Besar IPB University: Jangan Sepelekan Kemasan Makanan Penyok!
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Hari Ini Berpotensi Lanjutkan Penguatan Jika Support di 8.900, Intip Enam Saham Pilihan
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Insanul Fahmi Dirumorkan Kena HIV, Inara Rusli Beri Pesan Menohok
• 4 jam lalucumicumi.com
thumb
Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Bantu Korban Bencana Sumbar, Pemkot Batam Serahkan Bantuan Rp4,56 Miliar
• 9 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.