Jakarta (ANTARA) - Google telah membatasi fitur AI Overviews untuk sejumlah kueri pencarian terkait topik kesehatan, menyusul hasil investigasi The Guardian yang menemukan bahwa ringkasan dari kecerdasan buatan (AI) tersebut menampilkan informasi yang berpotensi menyesatkan.
Dilansir dari Tech Crunch pada Senin, dalam laporannya, The Guardian sebelumnya mengungkap bahwa saat pengguna menanyakan “berapa rentang normal tes darah hati?”, Google menampilkan angka rujukan yang tidak mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, etnis, atau kebangsaan. Hal tersebut dinilai berpotensi membuat pengguna salah menafsirkan kondisi kesehatannya.
The Guardian kemudian melaporkan bahwa ringkasan AI kini tidak lagi muncul untuk kueri tersebut. Namun, variasi kueri lain seperti “lft reference range/rentang normal tes fungsi hati” masih memunculkan ringkasan dari AI.
Pemantauan lanjutan menunjukkan bahwa beberapa jam setelah laporan tersebut diterbitkan, kueri-kueri tersebut tidak lagi menampilkan AI Overviews, meskipun Google masih menyediakan opsi untuk menanyakan pertanyaan serupa melalui fitur AI Mode. Dalam sejumlah kasus, hasil teratas justru mengarah ke artikel The Guardian mengenai penghapusan ringkasan AI tersebut.
Juru bicara Google mengatakan perusahaan tidak mengomentari penghapusan individual dalam layanan pencarian, tetapi terus melakukan perbaikan secara luas terhadap layanan AI mereka.
Baca juga: Google uji integrasi AI Overviews dan AI Mode untuk permudah pencarian
Google juga menyatakan bahwa tim internal yang terdiri dari tenaga klinis telah meninjau kueri-kueri tersebut dan dalam banyak kasus menilai informasinya tidak sepenuhnya keliru serta didukung oleh sumber berkualitas.
Google pada tahun lalu mengumumkan pengembangan fitur baru untuk meningkatkan pencarian terkait kesehatan, termasuk ringkasan yang diperbarui dan model AI yang lebih berfokus pada informasi medis.
Direktur komunikasi dan kebijakan British Liver Trust Vanessa Hebditch menyambut baik penghapusan tersebut. Namun, ia menilai langkah itu belum menyentuh persoalan yang lebih luas.
“Kekhawatiran utama kami adalah bahwa ini hanya mematikan ringkasan AI pada satu hasil pencarian, tanpa benar-benar mengatasi persoalan yang lebih besar mengenai penggunaan AI Overviews untuk informasi kesehatan,” katanya.
Baca juga: Google mulai izinkan pengguna ganti alamat email
Baca juga: Enam aplikasi penjual data nasabah pembiayaan sudah tidak aktif
Dilansir dari Tech Crunch pada Senin, dalam laporannya, The Guardian sebelumnya mengungkap bahwa saat pengguna menanyakan “berapa rentang normal tes darah hati?”, Google menampilkan angka rujukan yang tidak mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, etnis, atau kebangsaan. Hal tersebut dinilai berpotensi membuat pengguna salah menafsirkan kondisi kesehatannya.
The Guardian kemudian melaporkan bahwa ringkasan AI kini tidak lagi muncul untuk kueri tersebut. Namun, variasi kueri lain seperti “lft reference range/rentang normal tes fungsi hati” masih memunculkan ringkasan dari AI.
Pemantauan lanjutan menunjukkan bahwa beberapa jam setelah laporan tersebut diterbitkan, kueri-kueri tersebut tidak lagi menampilkan AI Overviews, meskipun Google masih menyediakan opsi untuk menanyakan pertanyaan serupa melalui fitur AI Mode. Dalam sejumlah kasus, hasil teratas justru mengarah ke artikel The Guardian mengenai penghapusan ringkasan AI tersebut.
Juru bicara Google mengatakan perusahaan tidak mengomentari penghapusan individual dalam layanan pencarian, tetapi terus melakukan perbaikan secara luas terhadap layanan AI mereka.
Baca juga: Google uji integrasi AI Overviews dan AI Mode untuk permudah pencarian
Google juga menyatakan bahwa tim internal yang terdiri dari tenaga klinis telah meninjau kueri-kueri tersebut dan dalam banyak kasus menilai informasinya tidak sepenuhnya keliru serta didukung oleh sumber berkualitas.
Google pada tahun lalu mengumumkan pengembangan fitur baru untuk meningkatkan pencarian terkait kesehatan, termasuk ringkasan yang diperbarui dan model AI yang lebih berfokus pada informasi medis.
Direktur komunikasi dan kebijakan British Liver Trust Vanessa Hebditch menyambut baik penghapusan tersebut. Namun, ia menilai langkah itu belum menyentuh persoalan yang lebih luas.
“Kekhawatiran utama kami adalah bahwa ini hanya mematikan ringkasan AI pada satu hasil pencarian, tanpa benar-benar mengatasi persoalan yang lebih besar mengenai penggunaan AI Overviews untuk informasi kesehatan,” katanya.
Baca juga: Google mulai izinkan pengguna ganti alamat email
Baca juga: Enam aplikasi penjual data nasabah pembiayaan sudah tidak aktif





