JAKARTA, KOMPAS.com – Sejumlah pengendara motor di Jalan Jembatan Tiga Raya menuju Emporium Pluit memilih menggunakan jasa gerobak untuk menyeberangi banjir yang mencapai ketinggian sekitar 50 cm, Senin (12/1/2026).
Pantauan Kompas.com pada pukul 12.30 WIB, beberapa gerobak hilir-mudik dari kolong tol dalam kota hingga di depan Sekolah Islam Pluit Raya, mengangkut motor pengendara melewati genangan air.
Setiap gerobak didorong oleh dua hingga tiga orang, sementara pemilik motor berjalan di belakang mengikuti gerobak tersebut.
Baca juga: Banjir di Jalan Jembatan Tiga Raya, Warga Terjebak Berjam-jam Menuju Emporium Pluit
Salah satu warga yang memanfaatkan jasa ini adalah Priyono (40), warga asal Pamulang. Ia mengaku sudah terjebak banjir sejak pukul 08.30 WIB.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=banjir jakarta hari ini, Banjir Jakarta Utara, Banjir Jakarta, gerobak angkut motor, Jalan Jembatan Tiga, banjir pluit&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8xMi8xMjQ5NTA2MS9iYW5qaXItZGktamVtYmF0YW4tdGlnYS1wbHVpdC1tb3Rvci1wZW5nZW5kYXJhLWRpYW5na3V0LWdlcm9iYWstcnAxMDAwMDA=&q=Banjir di Jembatan Tiga Pluit, Motor Pengendara Diangkut Gerobak Rp100.000§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `"Saya sebenernya harusnya masuk pagi pukul 08.20 WIB. Ternyata saya tunggu sampai sekarang air masih tinggi," ujarnya saat ditemui di lokasi.
Priyono memilih menggunakan jasa angkut gerobak karena khawatir motornya mogok jika diterobos banjir.
"Diterobos pun (motor) saya rawan mati, lebih mahal tuh biayanya. Jadi saya lebih ke safety sama lihat ada jasa seperti itu nggak apa-apa, timbal balik," tuturnya.
Biaya jasa gerobak tersebut sekitar Rp100.000, yang menurut Priyono lebih ekonomis dibandingkan biaya perawatan motor di bengkel jika terjadi kerusakan akibat banjir.
Baca juga: Banjir dan Macet di Pluit, Sebagian Pengendara Putar Balik, Ada yang Nekat Terobos
"Iya lebih parah, habisnya Rp 400–500 ribu (kalau ke bengkel, mendingan seratus ribu jasa gerobak)," tambahnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



