Prabowo Sindir Pemahaman Neoliberal soal Orang Kaya

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Presiden Prabowo Subianto menyinggung keras cara pandang pembangunan yang menurutnya terlalu bertumpu pada pertumbuhan ekonomi semata.

Hal itu disampaikan Prabowo saat berpidato dalam Peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi yang digelar di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1).

Dalam pidatonya, Prabowo mengkritik pemikiran neoliberal yang selama ini diyakini akan otomatis menghadirkan kesejahteraan melalui mekanisme menetes ke bawah.

"Jadi saudara-saudara! Cara berpikir dan cara berpikir tentang bernegara, cara berpikir tentang pembangunan yang konvensional yang normatif adalah membangun pertumbuhan dan ada pemikiran selama ini ya, pemikiran neoliberal biar yang kaya biarin aja 0,1% lama-lama menurut teori ini karena pertumbuhan, kekayaan menumpuk nggak apa-apa menumpuk di atas lama-lama akan menetes ke bawah, ah ini teori, tapi nyatanya netesnya kapan sampai ke bawah, jangan-jangan netesnya 300 tahun, kita sudah mati semua," ujar Prabowo.

Prabowo menilai pendekatan tersebut tidak tepat diterapkan di Indonesia, mengingat sejarah panjang bangsa yang lahir dari penjajahan dan perjuangan ratusan tahun.

Ia mengingatkan bahwa saat Indonesia merdeka, sebagian besar rakyat hidup dalam keterbatasan dan tidak memiliki apa-apa.

"Ini menurut saya tidak tepat untuk kita, untuk negara seperti kita yang pernah dijajah, yang merdeka karena perjuangan merdeka karena ratusan tahun perjuangan, di mana waktu kita merdeka ya sebagian besar rakyat kita ia tidak punya apa-apa. Kemudian kita bangun, bagus pertumbuhan ternyata kalau kita hanya mengejar pertumbuhan dan tidak melihat, tidak berani melihat pertumbuhan ini benar-benar dirasakan enggak oleh rakyat yang paling bawah?" ucapnya

Menurut Prabowo, di situlah letak tanggung jawab para pemimpin negara. Ia menekankan pentingnya keberanian untuk mengakui kekurangan dan mengambil langkah nyata demi memperbaiki keadaan.

"Di situ, di situ tugas para pemimpin. Kita harus berani melihat, Kita harus berani melihat kekurangan kita, dan kita harus ambil langkah, langkah Kita harus berani," tandasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo Tekankan Pengelolaan Energi Harus Bersih dan Transparan
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Canda Gus Ipul ke Khofifah: Kalah Pilgub Jatim Jadi Mensos
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Tampil di Abu Dhabi Sustainability Week, Edy Soerparno Akan Sampaikan Hal Ini
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Lintas Angke–Kampung Bandan Tergenang, KRL Cikarang Masih Beroperasi Terbatas
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
Nostalgia Persija-Persib: 5 Gol Paling Ikonik di Derby Macan Kemayoran vs Maung Bandung yang Tak Lekang Waktu
• 23 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.